Waspadai Beragam Bentuk Politik Uang

Patricia Vicka    •    Selasa, 08 Dec 2015 18:25 WIB
pilkada serentak
Waspadai Beragam Bentuk Politik Uang
Ilustrasi/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Tiga kabupaten di Yogyakarta melaksanakan pilkada, yakni Bantul, Sleman dan Gunungkidul, Rabu,9 Desember, besok. Dari ketiga kabupaten tersebut, Gunungkidul dinilai paling rawan pelanggaran, terutama politik uang.

Direktur Eksekutif Pukat korupsi UGM Hasrul Halili menjelaskan Gunungkidul rawan politik uang karena memiliki empat pasangan calon.

"Makin banyak pasangan, maka politik uang dan pelanggaran makin mudah terjadi karena suara yang didapatkan makin sedikit sehingga mereka bekerja keras mengumpulkan suara," ujar Hasrul di Yogyakarta, Selasa (8/11/2015).

Ia menjelaskan politik uang terjadi dalam tiga tahapan dengan beragam bentuk, yakni sebelum pemungutan suara, saat pemungutan, dan usai pemungutan. Bentuknya mulai dari pemberian dana bantuan sosialisasi, serangan fajar, hingga merekayasa hasil penghitungan suara.

"Proses setelah pemungutan sangat rawan adanya pelanggaran. Karena di situ surat suara yang tak terpakai atau sisa surat suara rawan disalahgunakan. Makanya harus dikawal intensif," tuturnya.

Pukat UGM menemukan cara baru praktik politik uang saat memautau pemilihan presiden pada 2014. Seperti, transaksi uang tidak lagi dilakukan tatap muka, tapi melalui aplikasi dan sosial media. "Pemilih memfoto pilihannya, kemudian memberitahu tim sukses untuk ditukar dengan sejumlah uang," kata dia. 

Untuk mencegah hal itu, Pukat menyarankan KPU dan Bawaslu menyosialisasikan bentuk-bentuk politik uang agar masyarakat mengerti dan menghindarinya.

"Kepolisian dan Satpol PP juga harus diletakkan di seluruh tempat rawan. Kalau perlu setiap orang tidak boleh membawa ponsel saat mencoblos," kata dia.

Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X meminta masyarakat berani bertindak jika menemukan adanya politik uang. Raja Yogyakarta ini berharap masyarakat mau melaporkan ke Bawaslu jika menemukan adanya politik uang.

Pilkada Gunungkidul diikuti empat pasang calon, yakni Badingah-Immawan Wahyudi, Benyamin Sudarmadi- Mustangid, Djangku Sudjarwadi- Endah Subekti, dan Subardi TS.-Wahyu Purwanto. Pilkada di Bantul diikuti dua pasang calon yakni Sri Surya Widati-Misbakhul Munir dan Suharsoni-Abdul Halim Muslih. Pilkada Sleman juga diikuti dua pasang calon yakni Yuni Satia Rahayu-Danang Wicaksana dan Sri Purnomo-Sri Muslimatun.


(UWA)