Tingkat Kesenjangan di RI Lebih Buruk Dibanding India & Ethiopia

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 08 Dec 2015 19:12 WIB
ekonomi indonesia
Tingkat Kesenjangan di RI Lebih Buruk Dibanding India & Ethiopia
Illustrasi kemiskinan. ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna.

Metrotvnews.com, Jakarta: Tingkat kesenjangan antara si kaya dan si miskin (gini ratio) Indonesia tahun ini makin besar. Pelebaran angka ini dinilai lebih buruk dibanding Ethiopia, yakni salah satu yang masuk dalam jajaran negara termiskin di dunia.

Direktur Bank Dunia untuk Indonesia, Rodrigo Chaves dalam laporan bertajuk 'Ketimpangan yang Semakin Lebar' di Jakarta ‎mengatakan Indonesia mengalami kemajuan cukup pesat dengan rata-rata pertumbuhan 5,4 persen per tahun. Namun ‎ketimpangan antara orang kaya dan miskin‎ meningkat dari 0,30 persen (2000) menjadi 0,41 persen (2014), dan melebar di tahun ini 0,42 persen.  

"Ketimpangan ini berdampak negatif menghalangi pertumbuhan ekonomi nasional dengan risiko peningkatan ‎konflik sosial karena terlalu banyak masyarakat Indonesia yang tertinggal. Potensi ini juga menghilangkan potensi Indonesia sebagai negara paling makmur di dunia," kata Chaves,Senin (8/12/2015). 

Potensi tersebut harus diiringi dengan pemerataan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia, sambungnya, hanya menginginkan keadilan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat golongan rentan miskin dan miskin saat masyarakat kelas menengah ke atas menikmati kemajuan maupun pertumbuhan Negara ini. 

"Sebab gini rasio kita sama dengan Negara Pantai Gading dan Uganda, tapi lebih buruk dari India dan Ethiopia‎. Masyarakat Indonesia terjebak dalam pekerjaan kasar berpenghasilan rendah sehingga pertumbuhan ekonomi rendah dalam beberapa tahun terakhir," jelasnya. 

Bank Dunia melaksanakan proyek penelitian yang menyelidiki masalah ini dan menemukan empat sebab utama, meliputi ketimpangan peluang. Kedua, pekerjaan yang tidak merata. Ketiga, tingginya konsentrasi kekayaan serta terakhir, rendahnya ketahanan ekonomi.

Data Bank Dunia menunjukkan, segelintir warga Indonesia meraup keuntungan lewat kepemilikan aset keuangan yang kadang diperoleh melalui korupsi sehingga mendorong ketimpangan menjadi lebih baik saat ini dan di masa depan. 

"Kalau ketimpangan terabaikan, akan menimbulkan bahaya sangat besar. Sehingga pemerintah didesak mengambil langkah untuk menurunkan ketimpangan," ujar dia.

‎Caranya, lanjut Chaves, antara lain, memperbaiki pelayanan publik di daerah, menciptakan lapangan kerja lebih baik dan peluang melatih keterampilan bagi tenaga kerja, memastikan perlindungan dari guncangan dan penggunaan pajak maupun anggaran negara untuk mengurangi ketimpangan‎ saat ini dan di masa mendatang. 

"Dengan upaya ini, saya yakin Indonesia bisa menjadi negara tanpa ada kemiskinan ekstrem dan kesejahteraan semakin meluas," jelas dia. 


(SAW)

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

9 hours Ago

Politikus Hanura Miryam S Haryani mengaku mencabut seluruh isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) d…

BERITA LAINNYA