Menteri Rini Sebut BUMN Tidak Butuh PMN

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 08 Dec 2015 19:20 WIB
bumnpmn
Menteri Rini Sebut BUMN Tidak Butuh PMN
Menteri BUMN Rini Soemarno (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melihat adanya kemungkinan dalam jangka panjang perusahaan BUMN tidak lagi membutuhkan dana dari pemerintah melalui Penyertaan Modal Negara (PMN). Hal itu kemungkinan terjadi lantaran ada perintah untuk mengurangi subsidi, tidak terkecuali bagi perusahaan BUMN.

"Tidak, kita sekarang sedang melihat mungkin kita tidak membutuhkan PMN (bagi BUMN)," kata Menteri BUMN Rini Soemarno, usai peninjauan pembangkit listrik terapung, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (7/12/2015).

Rini menjelaskan, nantinya dana PMN akan dikeluarkan bila berhubungan dengan revaluasi aset seperti pembayaran pajak untuk revaluasi aset tersebut. "Ya kalau ada PMN mungkin sehubungan dengan revaluasi aset, sehubungan dengan pembayaran pajak untuk revaluasi aset. Mungkin itu kita akan (berikan) PMN. Hanya itu saja," jelas Rini.

Ia menambahkan, hal itu juga berlaku untuk subsidi. Sebab, subsidi tidak ada hubungannya dengan PMN seperti subsidi PLN yang sudah dikurangi sekarang ini. Rini menjelaskan, ke depannya akan ada banyak subsidi yang dihilangkan.

"Subsidi tidak ada hubungannya dengan PMN. Kalau subsidi kan memang dikurangi, seperti PLN kita kurangi. 2015 saja subsidinya kita turunkan Rp20 triliun sudah. BBM sudah diketahui turun sangat banyak, ke depan akan banyak lagi subsidi-subsidi yang dihilangkan," ungkap dia.

Dalam hal ini, Rini menilai, BUMN harus bisa bergerak cepat dan berfungsi sebagai korporasi penuh dan berkompetisi secara terbuka. "Itu yang diutamakan. Karena itu yang paling utama BUMN-nya harus dapat berkembang dan dapat diperbolehkan berkembang seperti korporasi-korporasi lain. Jangan terlalu ditarik juga kanan-kiri," pungkas dia.



(ABD)