Ahok Akui Jokowi Keras Kepala

Intan fauzi    •    Selasa, 08 Dec 2015 20:05 WIB
pencatut nama presiden
Ahok Akui Jokowi Keras Kepala
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Presiden Joko Widodo (Foto:Antara/Widodo S)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengakui Presiden Joko Widodo memiliki sifat keras kepala (koppig). Sifat itu diketahui Ahok saat Jokowi masih menjadi Gubernur DKI.
 
Ahok menilai Jokowi keras kepala kalau menyangkut urusan rakyat. Termasuk saat Ahok menyarankan untuk bongkar jabatan. "Kalau dia (Jokowi) sudah putuskan, ya keras kepala. Termasuk mengganti orang (kepala dinas). Waktu saya bilang 'Pak ganti Pak', dia tidak akan ganti," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (8/12/2014).
 
Menurut Ahok, godaan Jokowi sebagai Gubernur lebih besar ketimbang saat menjadi Presiden. Pendirian Jokowi yang kuat membuat suami Iriana itu tidak tergoda. “Keras kepala itu hanya dalam gaya bahasa. Itu keras kepala dalam pendirian, pegang prinsip," ujarnya.
 
Terkait kemarahan Jokowi dalam kasus pencatutan nama, Ahok menilai itu hal wajar.  "Wajar dong (marah) namanya dicatut minta saham. Jujur saja saya tiga tahun dengan pak Jokowi di sini, Jakarta godaannya lebih banyak ketimbang jadi presiden, kalau kita bicara uang," kata Ahok.
 
Ahok menceritakan, saat jadi Gubernur Jakarta, Jokowi jarang mau bertemu dengan pegusaha properti. Ahok yakin Jokowi tidak memiliki keinginan mendapatkan saham Freeport.
 
"Pak Jokowi mau tidak terima deal dari pengusaha properti? Ketemu saja tidak mau. Makanya saya jamin beliau itu tidak mungkin minta saham, minta uang, ketemu saja tidak mau," jelasnya


(FZN)