Serentak yang Bersejarah Tentukan Arah Daerah

Al Abrar, Krisiandi    •    Selasa, 08 Dec 2015 21:41 WIB
pilkada serentak
Serentak yang Bersejarah Tentukan Arah Daerah
Petugas mengangkat kotak suara saat akan didistribusikan ke tempat pemungutan suara (TPS) di Kelurahan Romang polong, Kecamatan Sungguminasa Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (8/12/2015). Foto: Antara/Yusran Uccang

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebanyak 269, rincinya, sembilan provinsi, 224 kabupaten dan 36 kota akan memilih kepala daerah berbarengan, besok. Ini peristiwa penting. Bersejarah. Karena untuk kali pertama, Indonesia, salah satu negara demokrasi terbesar di dunia, akan menghelat pilkada serentak.

Pemilih yang  tercatat sebanyak 100.186.754 orang. Tak kurang, dana senilai Rp5,4 triliun digelontorkan negara untuk menggelar pesta demokrasi lokal itu. Dan sebanyak 1.658 calon kepala daerah dan wakil kepala daerah jadi peserta. Dari jumlah itu, 1.534 orang laki-laki dan 124 lainnya perempuan.  

Pemerintah menyatakan siap menggelar pilkada ini. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo optimitis semua tahapan bisa dilalui tanpa hambatan. Persiapan, kata dia, sudah mencapai 99 persen. "Hanya tinggal pelaksanaan," kata Tjahjo di Istana Bogor, Selasa (8/12/2015).

Komisioner Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman mengimbau masyarakat menggunakan hak pilih. Coblosan atau contrengan menentukan arah pembangunan di daerah untuk lima tahun ke depan. Pemungutan suara akan berlangsung sejak pukul 07.00 waktu setempat hingga pukul 13.00. 

"Pilihlah, sesuai nurani," kata Arief.

Komisioner KPU lainnya, Ferry Kurnia Rizkiyansyah memastikan logistik sudah terdistribusi di 269 daerah. Menurut laporan, logistik bahkan sudah siap di tempat pemungutan suara. 

"Sudah aman, sudah tersebar, termasuk di lima daerah yang bermasalah, di Kalimantan Tengah, Pematang Siantar, Simalungun, Manado dan Fakfak," tuturnya. Anggaran, kata dia, juga sudah tak ada masalah. Semua sudah cair.

Ferry berharap pilkada disambut antusias masyarakat dan tak ada konflik yang berujung pada tindakan anarkistis. "Semoga besok tidak ada gesekan, kalau ada langsung lapor ke Panwas," ucapnya. 

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) Jimly Asshiddiqie menilai pilkada serentak tahap pertama jauh dari hingar bingar. Tak meriah. Dia menduga pesta demokrasi itu sepi karena biaya kampanye yang ditanggung negara.

"Saya keliling-keliling kok sepi sekali. Ini mungkin dampak dari kampanye yang ditangani APBN dan APBD. Kita belajar dari kasus ini mudah-mudahan jadi bahan evaluasi," ucap Jimly.

Jimly berharap publik menggunakan hak pilih. Partisipasi rakyat, kata dia, bisa membawa perubahan di daerah. "Pendek kata, semua harus berusaha mencari tahu mana yang terbaik untuk dipilih," tutur Jimly.

5 Daerah Ditunda

Kabar terakhir, pilkada di lima daerah, yakni Provinsi Kalimantan Tengah, Kota Pematang Siantar, Kabupaten Simalungun, Kota Manado dan Kabupaten Fakfak diputuskan untuk ditunda. Ada beberapa alasan yang membuat KPU menunda perhelatan pilkada di lima daerah itu. 



(KRI)