MKD Didorong Berikan Sanksi Berat Kepada Setya Novanto

Achmad Zulfikar Fazli    •    Rabu, 09 Dec 2015 02:28 WIB
pencatut nama presiden
MKD Didorong Berikan Sanksi Berat Kepada Setya Novanto
Ketua DPR RI Setya Novanto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) didorong untuk menjatuhkan sanksi berat kepada Ketua DPR Setya Novanto. Pasalnya, tindakan Setya yang diduga melakukan pencatutan nama presiden dan wakil presiden telah masuk pelanggaran etika kategori berat.

Bekas Ketua MK, Mahfud MD mengatakan, jika memang isi rekaman yang muncul selama ini benar, maka pencatutan nama presiden dan wakil presiden diduga dilakukan Setya merupakan pelanggaran berat. 

"Seumpama prosedur perekaman itu melanggar hukum, maka itu tak menghilangkan fakta bahwa secara nyata SN (Setya Novanto) melanggar etika berat," kata Mahfud melalui pesan singkat, Selasa (8/12/2015).

Karena itu, Mahfud menilai ada dua cara yang harus ditempuh dalam menyelesaikan kasus ini. Pertama, hukuman pelanggaran etika harus dijatuhkan kepada Setya Novanto. Kedua, keabsahan perekamannya supaya diselesaikan di ranah hukum, bukan di ranah etika. "Karena pelanggaran itu didukung oleh kebenaran materiil," lanjut dia.

Mahfud menilai ada empat kesalahan yang dilakukan Setya. Pertama, menyebut bahwa presiden dapat diatur dalam mengambil keputusan terkait perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia. Kedua, membicarakan masalah perpanjangan kontrak Freeport yang bukan ranah Setya. 

Ketiga, mengambil keputusan bertemu dengan PT Freeport Indonesia dengan membawa pengusaha yang tak memiliki keterkaitan dengan DPR dan Freeport. Terakhir, memerintahkan pengusaha minyak Riza Chalid untuk menjaga Darmawan Prasojo agar dapat mendukung rencana permintaan saham dari perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut.


(AZF)