Pilkada Terindikasi Dijadikan Judi Daring

Media Indonesia    •    Rabu, 09 Dec 2015 06:34 WIB
pilkada serentak
Pilkada Terindikasi Dijadikan Judi Daring
Atribut Kampanye---Ant/Irfan Anshori

Metrotvnews.com, Jakarta: Pilkada serentak 2015 yang digelar di delapan kota/kabupaten di Jawa Barat terindikasi mulai disusupi praktik judi online (daring) di media sosial. Indikasi tersebut perlu diawasi karena bisa menjadi provokasi kampanye hitam.

"Masyarakat harus ikut mengawasi bentuk-bentuk intimidasi maupun politik uang. Bagaimana para bandar judi bertarung dengan munculnya judi online. Itu salah satu yang perlu diwaspadai dan diantisipasi. Jangan-jangan yang melakukan money politics itu bukan paslon," kata Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar saat berkunjung ke kantor KPU Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, bersama Wakapolda Jabar Brigjen Muhamad Taufik dan Kasdam III Siliwangi Brigjen TNI Wuryanto, kemarin petang.

Keterlibatan bandar judi dalam gelaran pilkada memang kerap terjadi. Mereka akan saling bertaruh siapa yang akan menang. Bahkan tak tanggung-tanggung, bandar judi ini rela merogoh kocek hingga miliaran rupiah untuk mendukung calon jagoannya menang.

Karena itu, Deddy mengimbau masyarakat tak menghakimi pelaku politik uang adalah pasangan calon. "Makanya, jangan menjustifikasi terlalu awal terhadap sesuatu. Tapi, biarkan proses hukumnya berjalan. Nanti kan ada Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu). Di sana ada panwas, polisi, dan elemen lainnya. Jangan sampai terjadi konflik lah," terang Deddy.

Deddy pun mewanti-wanti agar masyarakat bisa menyalurkan hak politiknya dengan datang ke TPS hari ini. Tindakan golput, kata Deddy, tak akan mengubah apa pun untuk memperbaiki kondisi.

Selama masyarakat mau menyalurkan hak politiknya, meskipun tingkat pastisipasi hanya sekitar 5 persen, menurut Deddy, tetap dikatakan sah. Namun, kondisi tersebut tentunya secara substansi tak mencerminkan aspirasi rakyat untuk memilih pemimpinnya.


(TII)