Pilkada Serentak 2015

Pelaku Politik Uang di Tiga Daerah Ditangkap

Githa Farahdina    •    Rabu, 09 Dec 2015 11:17 WIB
pilkada serentak
Pelaku Politik Uang di Tiga Daerah Ditangkap
Warga melintas di dekat spanduk tentang politik uang di Pasar Musi, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Selasa 8 Desember 2015. Foto: MI/ Bary Fathahilah

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menangkap terduga politik uang di tiga daerah. Terduga pelaku menyebar uang di Kutai Timur, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

"Kami menangkap sendiri kemarin di daerah Wonosobo, Jawa Timur," kata Komisioner Bawaslu Nasrullah usai memantau pilkada melalui video conference di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (9/12/2015).

Bawaslu menemukan berbagai kasus terkait pilkada di daerah Sumatera. Nasrullah tak menjelaskan detail kasus yang sedang diproses. Menurutnya, paling penting adalah penegakan hukum terhadap yang melanggap aturan.

Pilkada serentak 2015 sedianya diikuti 269 daerah, namun lima harus karena berbagai alasan. Nasrullah berharap penundaan pilkada di lima daerah tidak terlalu lama. "Kalau penundaan terlalu lama, kami akan kesulitan," ujar dia.

Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay mengungkapkan, menjelang hari pemungutan suara terdapat putusan PTTUN yang menunda atau membatalkan surat keputusan KPU yang membatalkan kepesertaan pasangan calon kepala daerah. Putusan PTTUN tersebut mengakibatkan ketidakpastian pasangan calon.

Lima daerah tersebut, yakni Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Fakfak, Kota Manado, Pematang Siantar, dan Simalungun.

Sesuai aturan undang-undang, pelaksanaan pilkada bisa ditunda 21 hari. Tapi, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menghendaki penundaan hanya selama 14 hari. "Supaya penghitungan suara bisa serentak," kata Tjahjo.


(TRK)