Kejuaraan Dunia Arung Jeram 2015

Citarik Punya Daya Tarik Tersendiri bagi Rafter Dunia

A. Firdaus    •    Rabu, 09 Dec 2015 11:54 WIB
kejuaraan dunia arung jeram 2015
Citarik Punya Daya Tarik Tersendiri bagi Rafter Dunia
Suasana pertandingan Kejuaraan Dunia Arung Jeram di Sungai Citarik. (Foto: Metrotvnews.com/A. Firdaus)

Metrotvnews.com, Sukabumi: Sungai Citarik Sukabumi, Jawa Barat, mendadak jadi sorotan dunia pekan ini. Penyebabnya lantaran Indonesia dinobatkan sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Arung Jeram 29 November hingga 8 Desember 2015. Lantas apa keunikan dari sungai ini, mengingat letaknya yang ada di daerah 'antah berantah'?

Citarik merupakan salah satu sungai dengan jeram terbaik di dunia untuk olahraga petualangan di air. Panjang sungai sekitar 17 km dan bermuara di kota terdekat, Pelabuhan Ratu.

Usut punya usut, Federasi Arung Jeram Internasional (IRF) memilih Citarik karena medannya yang sulit. Sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi para rafter dunia untuk menaklukkan derasnya sungai yang berhulu di Taman Nasional Gunung Halilmun.

Menurut Presiden IRF Joe Willie Jones kalau seorang atlet olahraga petualangan air tantangannya adalah bagaimana menaklukkan kondisi yang serba sulit. Semakin sulit medan sungai tersebut, semakin membuat rasa penasaran bagi para rafter untuk menaklukkan tantangannya.

Jones dan seperti juga para peserta asing, sangat antusias menghadapi Kejuaraan Dunia Arung Jeram di Indonesia ini. “Sebagaimana sifat olahraga petualangan, para atlet tentunya sangat antusias menjajal medan lomba yang belum pernah mereka datangi," ujar Joe.

Seperti apa yang diutarakan salah satu rafter asal Brasil, Andre Brandaj. Ia coba membandingkan Citarik dengan trek sungai di negara lain. Baginya, Citarik tidak kalah dengan kondisi sungai di Brasil, Kosta Rica, dan Selandia Baru

"Sungai citarik selain menantang, saya juga suka treknya yang alami sehingga debit airnya tak bisa diatur. Tidak seperti di luar yang banyak memiliki trek buatan," tutur Andre kepada Metrotvnews.com.

Sungai Citarik memang tipikal trek yang variatif dengan berbagai jeram yang membutuhkan kewaspadaan tinggi. Sungai ini memang amat layak sebagai ajang Kejuaraan Dunia.

Hal itu diutarakan oleh raftet Rusia, Borisova Alena yang mengatakan kalau trek di sini sangat kaya dari struktur sungainya yang memiliki kesulitan pada kecuraman yang luar biasa.

"Sama dengan di Rusia, kami sangat menyukai sungai ini. Jadi kami mengerti kondisi trek ini dengan tingkat kesulitan yang luar biasa tinggi, serta kecuramannya yang begitu menantang," terang rafter berusia 43 tahun itu.

Bukan hanya dari tipikal sungainya, usai dua pekan berada di sini, Elena membeberkan daya tarik lain dari Sungai Citarik. Ia menyebut kalau suasana yang ramah dari penduduk sekitar membuatnya betah untuk berlama-lama di sungai yang terletak di desa Cijambe, Kecamatan Cikidang ini.

"Tempat ini sangat bagus, kami sangat suka memenangkan segalanya di sini. Setiap warga begitu ramah dengan kami dan itu membantu kami untuk relaks. Kami sangat berterima kasih," urainya.

Selain nada positif, ada juga kritikan. Hal itu disampaikan oleh rafter asal Slovakia, Katarina Jadudova. Baginya, sungai ini sempat membuat dia begitu kesulitan untuk melakukan balapan dan membuat ia sempat mengalami gangguan pada kondisi tubuh mereka.

"Air sungainya hangat dan kotor, kami sempat mengalami gangguan penyakit gara-gara menelan airnya. Setelah itu Kami sebisa mungkin untuk menghindar agar tak tertelan," ujar Katarina.

Meski demikian, mereka bisa mengatasinya dan bukan menjadi masalah besar. Terbukti Slovakia begitu menikmati trek ini dengan menjadi juara pada nomor Slalom Open Women beberapa waktu lalu.

Bagaimanapun, Indonesia sukses telah mengenalkan sungai sepanjang 17 km ini ke para rafter. Sekaligus memberikan kesan di mata dunia kalau negara kita ini punya pesona alam yang bagus dengan segala keunikannya.


(ASM)