Survei Pilkada Surabaya: Rasiyo tak Terima, Risma Pasrah

Amaluddin    •    Rabu, 09 Dec 2015 12:01 WIB
pilkada serentak
Survei Pilkada Surabaya: Rasiyo tak Terima, Risma Pasrah
Calon Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kiri) dan lawannya, Rasiyo (kanan). (Metrotvnews.com/Amaluddin)

Metrotvnews.com, ‎Surabaya: Unggulnya elektabilitas dan popularitas pasangan calon nomor urut dua Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana tampaknya tak membuatnya jumawa. Pasalnya, mantan Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Risma itu mengaku tak percaya dengan lembaga survei.

"Saya kurang percaya hasil survei, saya lebih percaya kepada Allah," ujar Risma, usai mencoblos bersama keluarganya di Tempat Pemilihan Suara 01, di Kelurahan Jajar Tunggal, Kecamatan Wiyung, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (9/12/2015).
 
Menurut Risma, mempercayai hasil survei dari lembaga survei akan membuat orang sombong. Oleh karenanya, dirinya tak ingin berandai-andai hasil dalam Pilkada Surabaya tahun ini. "Hasilnya nanti bagaimana, saya pasrah saja," kata dia.

Risma menegaskan bahwa kemenangan sesungguhnya hanya Tuhan yang tahu, bukan lembaga survei.‎ "Apakah saya menang atau kalah, Gusti Allah yang menentukan hasilnya nanti," tandasnya.

Lain halnya dengan calon Wali Kota Surabaya dari nomor urut 1 Rasiyo-Lucy Kurniasari. Rasiyo mengatakan hasil survei memang belum bisa dipercaya betul, karena cendrung condong ke salah satu paslon.

"Hasil survei kalau jadi referensi boleh saja, tapi kalau untuk dipercaya‎ belum bisa," kata dia, usai mencoblos di TPS 23 di Jalan Semolowaru, tidak jauh dari rumahnya.

Rasiyo mencontohkan, hasil survei oleh lembaga survei Surabaya Consulting Group (SCG). Survei itu menyebut Risma-Whisnu diprediksi menang telak mencapai 94 persen. Sedangkan Rasiyo-Lucy hanya memperoleh 6 persen.

"Nah, ini logikanya bagaimana. Enggak mungkin calon itu unggul sampai 90 persen lebih. ‎Pasti ada yang golput dan yang belum menentukan pilihan," kata dia.

Lantaran itu, Rasiyo mempertanyakan kredibilitas lembaga survei SCG. Rasiyo menyebut hasil survei SCG berlebihan. "Masa saya hanya dapat enam persen, ini benar-benar tak masuk akal," tandasnya kecewa.

Seperti diketahui, dua lembaga survei Surabaya Consulting Grup (SCG) dan Indo Barometer menempatkan Risma-Whisnu sebagai kampiun untuk kali kedua. SCG mencatat kemenangan Risma-Whisnu mencapai‎ 94 persen, sedangkan Indo Barometer mencatat 82,3 persen kemenangan untuk pasangan petahana yang diusung Partai Demokrasi Indoensia Perjuangan (PDIP) ini.


(SAN)

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

13 hours Ago

Fredrich menyesalkan sikap JPU KPK yang dinilai sengaja tidak mau menghadirkan sejumlah saksi k…

BERITA LAINNYA