Menantang REI untuk Pacu Pembangunan Perumahan

Angga Bratadharma    •    Rabu, 09 Dec 2015 12:01 WIB
properti
Menantang REI untuk Pacu Pembangunan Perumahan
Ilustrasi. (FOTO ANTARA/FB Anggoro)

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia sangat membutuhkan ketersediaan rumah yang layak huni dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. Dalam hal ini, peranan Real Estate Indonesia (REI) menjadi penting tapi pada sisi lain ditantang untuk lebih memacu pembangunan perumahan.

Direktur Utama BTN Maryono meminta agar para anggota REI benar-benar memacu pembangunan perumahan, utamanya rumah KPR bersubsidi mengingat keberadaan KPR bersubsidi perlu terus digenjot. Hal ini penting mempercepat kepemilikan rumah bagi masyarakat yang belum memiliki rumah pertama.

"Sampai mana peran anggota REI dalam membangun KPR bersubsidi. Tentu saya tidak bisa mengatakan berapa persen yang sudah dibangun. Saya serahkan ke anggota REI untuk melakukan introspeksi diri," jelas Maryono, beberapa waktu lalu.

Tidak ditampik, Indonesia masih dihadapkan kepada backlog perumahan. Persoalan ini pun beragam mulai dikarenakan perizinan lahan, semakin mahalnya harga tanah, meningkatnya biaya semen dan lain-lain, hingga mahalnya tingkat suku bunga KPR dari perbankan.

Semakin membengkaknya kebutuhan akan perumahan dengan ketersediaan perumahan tidak sejalan dengan bertambahnya jumlah pengembang atau developer yang tergabung dalam REI. Bahkan, dari waktu ke waktu jumlah anggota REI kian bertambah.

Ketua Umum DPP REI Eddy Hussy menginginkan agar pemerintah selalu melibatkan REI dalam membahas program pemukiman dan perumahan. Hal tersebut dimaksudkan agar pemerintah mengetahui dan menyelesaikan kendala-kendala yang dihadapi pengembang dalam membangun perumahan.

"REI terus mendukung Program Sejuta Rumah pemerintah. Namun begitu, pemerintah juga harus menyelesaikan masalah perizinan, kepastian hukum atas pertanahan, ketersediaan lahan dan infrastruktur, pembiayaan perumahan, aturan mengenai hunian berimbang serta kepemilikan properti bagi asing," ujar Eddy.

Dalam hal ini, BTN sebagai bank yang fokus segmen perumahan mengaku siap mendukung ketersediaan rumah melalui skema penyaluran kredit. Bahkan, untuk menyukseskan Program Sejuta Rumah sekaligus mengakselerasi pembangunan rumah, BTN sudah memiliki lembaga bernama Housing Finance Center (HFC).

Bank yang dinakhodai Maryono ini pun tidak gentar dengan semakin banyaknya bank yang ikut menggarap bisnis perumahan. Hal ini sejalan dengan besarnya potensi bisnis di segmen perumahan. "BTN tidak gentar karena BTN akan selalu maju terdepan dalam pembiayaan perumahan," klaim Maryono.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Jalla mengatakan, bisnis perumahan di Indonesia merupakan bisnis besar yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Apalagi, lembaga pembiayaan global siap membantu menyalurkan pinjaman kredit untuk mendukung pembangunan perumahan di Indonesia.

"Lembaga-lembaga pembiayaan dunia seperti World Bank akan membantu kita, dan kita harus menjaga bisnis besar. Industri perumahan sebagai tonggak ekonomi, mempekerjakan begitu banyak orang untuk menjaga pertumbuhan perekonomian yang sehat," pungkas JK.


(AHL)

Hakim Tegur Irvanto

Hakim Tegur Irvanto

20 hours Ago

Hakim Yanto menyebut, Irvanto memang berhak membantah keterangan para saksi. Namun demikian, Ir…

BERITA LAINNYA