Penyakit Ensefalitis Merenggut Ingatan Pendek Wanita Ini

   •    Rabu, 09 Dec 2015 12:02 WIB
kisah inspiratif
Penyakit Ensefalitis Merenggut Ingatan Pendek Wanita Ini
Jenny Grieve. (foto:Dailymail)

Metrotvnews.com, London: Hilang ingatan jangka pendek pernah Anda temui dalam film layar kaca. Dalam film dikisahkan orang yang kehilangan ingatan jangka pendeknya disebabkan karena faktor kecelakaan. Rupanya, kondisi tersebut dialami seorang wanita 22 tahun asal Bournemouth, Inggris. 

Jenny Grieve namanya. Ia mengidap kondisi langka di mana ia kehilangan memori jangka pendeknya. Jenny tidak mengalami kecelakaan seperti yang kerap diceritakan dalam kehidupan film. Namun, Jenny menderita penyakit ensefalitis autoimun. 

Ensefalitis autoimun merupakan kondisi medis serius di mana sistem kekebalan tubuh menyerang otak dan merusak fungsinya. Hal inilah yang membawa Jenny mendapatkan perawatan penuh selama dua bulan penuh di rumah sakit.

"Pada awalnya saya dirawat di rumah sakit jiwa karena semua orang berpikir aku kehilangan pikiran saya," ungkapnya seperti dikutip dari Daily Mail.

Untungnya, dokter segera menyadari bahwa sifat kebingungannya bukan karena ia gila tapi karena masalah ensefalitis. Jenny mengakui, ia didiagnosa hanya dalam waktu 12 jam untuk dinyatakan mengidap penyakit tersebut. 

Sistem di dalam tubuh Jenny menyerang otaknya sendiri sehingga menyebabkan pembengkakan. Kemampuan ingatan Jenny pun mulai berkurang sejak saat itu.

Karena itu, Jenny selalu mencatat apapun yang dia lakukan setiap harinya pada papan. Bahkan, wanita ini sempat lupa bagaimana caranya makan, minum hingga berjalan saat pertama kali sadar di rumah sakit.

Tidak hanya sampai di sini, Jenny bahkan lupa dengan kekasihnya, Martin Fudge. Meskipun demikian, Jenny tetap bersyukur bisa bertahan hidup hingga sekarang.

"Setiap saat saya selalu kebingungan. Beruntung ibu selalu ada di samping saya. dia selalu menunjukkan foto-foto dan rekaman suara anggota keluarga kami," tutur Jenny.

Sang ibu, Lorraine Grieve, juga sangat bersyukur dokter mendiagnosis Jenny lebih cepat sehingga bisa mendapatkan perawatan lebih dini.

Kini, Jenny telah pulih dan berangsur-angsur mencoba mendapatkan kehidupan normal. Ia ingin berbagi kisahnya dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahayanya penyakit ensefalitis.

"Saya harap cerita saya membantu orang lain melihat gejala penyakit lebih awal. Sebab tanpa pengobatan bisa berakibat fatal," imbuhnya.

Jenny sebelumnya kerap menderita kejang, sering menderita serangan panik, tidak mengingat apapun dan mudah lelah. Dan hal tersebut merupakan gejala dari ensefalitis yang perlu Anda ketahui. (Sumarni)


(LOV)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

5 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA