Andalkan Pasar UMKM, Strategi BRI Menghadapi MEA

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 09 Dec 2015 12:10 WIB
bri
Andalkan Pasar UMKM, Strategi BRI Menghadapi MEA
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Asmawi Syam (tengah). (FOTO: ANTARA/ANDI)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) melakukan beberapa strategi khusus menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir tahun ini. Salah satunya adalah mengandalkan pasar UMKM.

Direktur Utama BRI Asmawi Syam mengatakan, pasar UMKM BRI saat ini masih cukup besar yakni 73-75 persen dari berbagai daerah di Indonesia. Melihat potensi tersebut, Asmawi akan memperkuat pasar UMKM terlebih dulu.

"Strategi kita menghadapi MEA dari BRI, pertama tentunya kita memperkuat pasar kita dahulu. Pasar kita dalam pengertian BRI itu, pasar UMKM. Pasar UMKM itu adanya di daerah-daerah. Karena 73-75 persen itu nasabah BRI dan pinjaman BRI adanya di UMKM. Kita perkuat itu dulu," jelas Asmawi kepada Metrotvnews.com, seperti diberitakan Rabu (9/12/2015).

Asmawi mengaku, dalam memperkuat sektor UMKM tidak mudah. Perseroan pun saat ini sedang mengembangkan layanan UMKM secara online, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR). Menurut dia, jika sebelumnya merealisasikan KUR dilakukan dengan manual, tapi sekarang sudah dilakukan melalui online.

"Cara memperkuatnya yaitu dengan memberikan layanan online. Jadi contohnya bisa KUR. Kita sudah merealisasikan KUR rata-rata satu hari bisa 10 ribu orang. Jadi tidak mungkin dilakukan dengan tenaga manual manusia," kata Asmawi.

Asmawi menuturkan, sebelum ada online, pelayanan KUR dilakukan secara manual dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Deengan online pelayanan itu bisa dipercepat.

"Tadinya kan dilayani, orang melayani nasabah KUR itu sehari. Sekarang cukup satu jam. Satu sampai dua jam diputus langsung bisa mengambil uangnya. Ini yang kita lakukan sekarang," ungkap dia.

Dengan demikian, Asmawi mengungkapkan, BRI memberikan perlindungan bisnis di Indonesia dalam menghadapi MEA. "Sehingga secara tidak langsung kita memberikan perlindungan bisnis kita yang ada di situ," pungkas dia.


(AHL)