Cara Bawaslu Antisipasi Kecurangan Penghitungan Suara

Githa Farahdina    •    Rabu, 09 Dec 2015 14:49 WIB
pilkada serentak
Cara Bawaslu Antisipasi Kecurangan Penghitungan Suara
Komisioner Bawaslu Nasrullah. Foto: MTVN/Githa Farahdina

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tak mau kecolongan. Bawaslu tak ingin ada kecurangan di pilkada serentak tahun ini.

Setidaknya, ada empat tindakan antisipasi untuk meminimalisasi kecurangan pada penghitungan suara. Pertama, semua pihak harus memastikan KPPS, Panwascam, dan penyelenggara Pilkada Serentak lainnya tidak terintimidasi.

"Ciptakan rasa aman kepada penyelenggara Pemilu. Itu kita minta ke Polri," kata Nasrullah di Tangerang Selatan, Tangerang, Banten, Rabu (9/12/2015).

Kedua, seharusnya, keberadaan Pengawas TPS membuat tak ada lagi perbedaan hasil penghitungan suara. Hasil penghitungan di TPS seharusnya sama dengan hasil yang tiba di tingkat Kecamatan.

"Kehadiran mereka jadi ujung tombak yang mampu menjamin hasil perolehan masing-masing kandidat, punya sisi originalitas yang dapat dipertanggungjawabkan dari TPS hingga rekapitulasi di kabupaten atau provinsi," terang dia.

Ketiga, usai penghitungan suara, tim masing-masing kandidat diimbau tak menggelar pawai yang menunjukkan mereka seolah-olah sudah menang. "Kepolisian harus bersikap tegas. Euforia muncul nanti ada kelompok yang tidak senang, berujung konflik," tegas Nasrullah.

Keempat, pengawasan pergerakan kotak suara dan isinya harus benar-benar dilakukan. Bila perlu, tegas Nasrullah, kotak suara tak perlu mampir di PPS, desa maupun kelurahan.

"Diantarkan langsung ke PPK. Semakin banyak mampir semakan besar potensi kecurangan," tambah dia.

Nasrullah juga menjelaskan mengapa rekapitulasi tak lagi dilakukan oleh PPS. Sebab, pembuat undang-undang memahami di situlah kecurangan sering terjadi. Jikapun lokasi kecamatan jauh, kotak suara tetap harus dikirim di hari yang sama ke tingkat kecamatan.

"Ini sifatnya memudahkan pekerjaan. Dari pada berangkat satu-satu, lebih baik dikumpulkan lalu diberangkatkan," tambah dia.

Di manapun kotak suara berada, ujar Nasrullah, Pengawas TPS bersama KPPS, PPS dan tim pasangan calon ikut serta melakukan pengawasan ketat.


(KRI)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

5 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA