Bank Dunia: Ekonomi Tumbuh Cepat, Pekerja Dewasa di Asia Timur Menurun

Arif Wicaksono    •    Rabu, 09 Dec 2015 15:54 WIB
bank dunia
Bank Dunia: Ekonomi Tumbuh Cepat, Pekerja Dewasa di Asia Timur Menurun
Ilustrasi -- FOTO: Antara/Zabur Karuru

Metrotvnews.com, Beijing: Laporan Bank Dunia menjelaskan banyak masyarakat di Negara Asia Timur mengalami penuaan lebih cepat ketimbang dengan wilayah lainnya. Beberapa negara menengah dan kaya akan kehilangan 15 persen kelas populasi pekerjanya pada 2040.

Laporan berjudul Live Long and Prosper: Aging in East Asia and Pacific menjelaskan 36 persen populasi dunia yang berada pada umur 65 tahun mencapai 211 juta orang di Asia Timur.

Diperkirakan pada 2040, pertumbuhan dari populasi akan menurunkan jumlah pekerja berusia dewasa lebih dari 15 persen di Korea dan lebih dari 10 persen di Tiongkok, Thailand, dan Jepang. Tiongkok pun diperkirakan akan kehilangan 90 juta pekerja.

Cepatnya pertumbuhan ekonomi dan ruang populasi tua di Asia timur meningkatkan tantangan sosial, ekonomi dan tekanan fiskal serta risiko sosial. Tanpa reformasi, sebagai contoh, pengeluaran pemerintah diproyeksikan meningkat dari delapan ke 10 persen GDP pada 2070.

Di sisi lain, banyak jaminan kesehatan di negara Asia Timur tidak disiapkan untuk pengeluaran usia lanjut seperti karena penyakit diabetes dan penyakit kronis lainnya yang bisa mencapai 85 persen dari semua timbunan penyakit pada 2030. Sebagai tambahan, populasi yang tua sekarang kurang mendapatkan dukungan dari keluarga seperti generasi sebelumnya.

"Asia timur telah menjalani transisi demographic yang paling besar, dan semua negara di wilayah ini mendapatkan risiko semakin tua sebelum menjadi kaya," kata Wakil Presiden Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Asia Pasifik, Axel van Trotsenburg, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (9/12/2015).

Dia mengatakan butuh kebijakan komprehensif untuk mengatasi para orang tua tersebut. Kebijakan tersebut meliputi partisipasi pekerja dan menumbuhkan gaya hidup sehat melalui reformasi struktural dalam perlindungan anak, pendudukan, jaminan kesehatan, pensiun dan perlindungan jangka panjang.

Laporan tersebut memprediksi pada 2060, satu dari lima orang tertua di indonesia akan berada di Asia Timur atau berbeda dengan perbandingan satu berbanding 25 pada 2010. Secara rinci negara kaya seperti Jepang, Singapura, dan Korea Selatan akan menghadapi kesulitan dengan 14 persen lebih berusia di atas 65 tahun.

Negara yang lebih muda dan miskin seperti Kamboja, Laos, dan Papua Nugini hanya mencapai empat persen dari total populasinya namun angka itu akan melonjak dalam 20 hingga 30 tahun ke depan. Negara berkembang seperti Tiongkok, Thailand, dan Vietnam menghadapi penuaan lebih cepat dan menghadapi tekanan dalam mengatur penuaan.

Ekonom Bank Dunia untuk Asia Pacifik, Said Sudhir Shetty, menjelaskan membutuhkan kebijakan yang kuat dan perubahan perilaku dari pekerja, pemberi kerja dan masyarakat untuk mengatasi ini.

Beruntung Asia Timur memiliki beberapa keuntungan dalam mengatasi ini. Asia Timur bekerja lebih lama ketimbang dengan negara lainnya di wilayan lain yang membuatnya memiliki tabungan yang tinggi disetiap umur, pertumbuhan pendidikan dan jaringan keamanan sosial dengan sedikit mahal dari warisan pemerintah.

"Melalui kebijakan tersebut, pemerintah dapat menolong masyarakat berdapatasi untuk mempercepat penuaan dan mempromosikan kesehatan dan masyarakat tua yang produktif," pungkas dia.


(AHL)