Pilih Mana? Ganti Novanto atau Golkar Dimusuhi Rakyat

M Rodhi Aulia    •    Rabu, 09 Dec 2015 16:14 WIB
pencatut nama presiden
Pilih Mana? Ganti Novanto atau Golkar Dimusuhi Rakyat
Setya Novanto dan Sekjen Golkar Idrus Marham di Jakarta, Jumat 10 Oktober 2014. Antara Foto/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Setya Novanto dianggap semakin mencoreng citra Partai Golkar. Karena itu, politikus Golkar Ahmad Dolly Kurnia mendesak Novanto mundur dari jabatan Ketua DPR.

Konflik internal Golkar belum sepenuhnya selesai meski Mahkamah Agung sudah mengeluarkan putusan kasasi. Saat elite Golkar mencari celah islah, muncul kabar Novanto meminta saham ke PT Freeport Indonesia dengan mencatut jabatan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

"Kami khawatir partai ini akan ditinggalkan dan akan menjadi fosil," kata Dolly dalam konferensi pers Generasi Muda Partai Golkar di kawasan Blok S, Jakarta Selatan, Rabu (9/12/2015).

Politikus Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical) ini menegaskan, Novanto tak bisa mengelak setelah sidang Mahkamah Kehormatan Dewan memutar rekaman pembicaraan Novanto dengan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.

Menurutnya, sebagian besar publik sudah memahami betul isi pembicaraan tersebut dan merasa tersinggung. "Kalau sikap sebaliknya diambil, dengan mempertahankan Novanto, taruhannya nama besar Partai Golkar. Kalau tidak ingin dimusuhi rakyat, saya kira Novanto harus mundur," ujar dia.

Menurut Dolly, pimpinan Golkar harus mengambil keputusan melalui mekanisme yang diatur sesuai AD/ART. Pimpinan partai tidak harus menunggu keputusan hukum, tetapi bisa mengganti Novanto melalui rapat pleno partai.


(TRK)