Cara BTN Garap Sektor Perumahan

Angga Bratadharma    •    Rabu, 09 Dec 2015 16:40 WIB
btn
Cara BTN Garap Sektor Perumahan
Ilustrasi -- ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Jakarta: Potensi bisnis di sektor perumahan masih terbuka begitu lebar sampai dengan sekarang ini. Namun, untuk menggarap sektor tersebut secara optimal dibutuhkan berbagai macam solusi dan kerja sama dengan pihak terkait.

Berdasarkan catatan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) terdapat potensial pasar dari calon pembeli rumah subsidi di kantor cabang yang ada diseluruh wilayah di Indonesia sebanyak 1,5 juta calon. Diperkirakan, angka ini akan terus bertambah dari waktu ke waktu.

"Kalau sudah ada calon pembeli dan sampai tidak ada yang membangun itu kan sayang sekali. Kami mencatat ada potensial pasar calon pembeli rumah itu ada 1,5 juta calon," ungkap Direktur Utama BTN Maryono, di Jakarta, seperti diberitakan Rabu (9/12/2015).

Tidak ditampik persoalan ketersediaan rumah yang layak huni masih belum terselesaikan sekarang ini. Hal ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) yang besar bagi pemerintah. Karenanya, peranan Real Estate Indonesia (REI) menjadi penting.

Namun, REI pun terganjal berbagai macam persoalan sehingga pembangunan rumah masih belum optimal. Pada titik ini, keikutsertaan REI dalam tiap pembahasan regulasi bersama pemerinath perlu ada agar persoalan perumahan bisa ditekan sedemikian rupa, utamanya soal kerja sama dengan perbankan.

BTN, sebagai bank yang fokus kepada penyaluran kredit perumahan memiliki strategi tersendiri untuk meyikapi persoalan ini. Di antaranya adalah bekerja sama dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan kerja sama dengan pemerintah daerah baik pemerintah daerah tingkat satu maupun di tingkat dua.

"Di mana bupati dan gubernur menjanjikan akan memberikan tanah di bawah harga pasar. Ini tentu menjanjikan sekali. Ini salah satu yang di mana pengembang perlukan," tutur Maryono.

Pada aspek ini, nakhoda BTN ini mengimbau kembali kepada para pengembang untuk bersama-sama menyediakan rumah yang layak huni. "Kalau tidak mau, kita cari pengembang lain. Program Sejuta Rumah bukan kerja bakti, ini program punya potensi," pungkasnya.


(AHL)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA