Pengacara Berharap Kaligis Tak Dihukum Maksimal

Renatha Swasty    •    Kamis, 10 Dec 2015 05:46 WIB
oc kaligis tersangka
Pengacara Berharap Kaligis Tak Dihukum Maksimal
Tersangka kasus suap hakim dan panitera PTUN Medan OC Kaligis. MI/Arya Manggala.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengacara Otto Cornelis Kaligis akan menjalani sidang putusan hari ini, Kamis, 10 Desember. Jaksa Penutut Umum KPK sebelumnya menuntut supaya Majelis Hakim Tipikor menjatuhi pidana 10 tahun penjara pada ayah dari aktris Velove Vexia itu.

Humprey Djemat, penasihat hukum Kaligis berharap hakim dapat menjatuhkan pidana ringan.

"Tentu penasihat hukum mengharapkan pak OCK mendapatkan hukuman seringan-ringannya mengingat usianya yang sudah sangat lanjut 75 tahun," ujar Humprey melalui pesan singkat, Rabu (9/12/2015) malam.

Kondisi kesehatan yang sudah rapuh diharapkan bisa menjadi pertimbangan hakim untuk memberikan putusan yang ringan. Untuk itu ia berharap, hakim tak memberikan putusan maksimal.

"Kalau dihukum maksimal semogalah tidak terjadi," ujar Humprey.

Dia berharap putusan hakim bisa adil. "Janganlah putusannya memperlihatkan sifat-sifat dendam," tambah Humprey.

Kendati demikian, bila akhirnya tetap dihukum maksimal, pihaknya tak tinggal diam. Ia dan tim akan mengajukan banding.

"Tentu tidak terima (bila putusan maksimal) kemungkinan besar banding," pungkas Humprey.

Kaligis dituntut 10 tahun dan denda Rp500 juta subsider 4 bulan kurungan. Kaligis dinilai bersalah dalam perkara dugaan pemberian suap kepada hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan.

Ayah dari aktris Velove Vexia itu dinilai terbukti memberikan duit USD10.000 dan SGD5000 pada Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro, USD5000 masing masing pada hakim anggota Dermawan Ginting dan Amir Fauzi serta USD2000 untuk panitera PTUN Medan Syamsir Yusfan.

Jaksa Penuntut Umum KPK Yudi Kristiana menilai, Kaligis terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah dengan melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a UU No. 31 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Kaligis diberatkan lantaran berbelit-belit, tidak mengakui perbuatannya, tidak menyesal, tidak menunjukkan kode etik profesi advokat, dan sebagai intelektual tidak memberikan contoh yang baik dalam penegakan hukum.

Sementara dia diringankan karena telah berusia 74 tahun, dan telah menulis buku hukum yang bermanfaat bagi ilmu hukum dan praktik hukum.


(DRI)