Hasto Berharap MKD Ambil Keputusan Sesuai Mata Hati

Arga sumantri    •    Kamis, 10 Dec 2015 07:25 WIB
pencatut nama presiden
Hasto Berharap MKD Ambil Keputusan Sesuai Mata Hati
Direktur Utama PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin saat menjadi saksi dalam sidang etik di Mahkamah Kehormatan Dewan. MI/Susanto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) masih terus memproses dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Ketua DPR Setya Novanto. Hingga kini, MKD masih belum bisa memutuskan nasib Novanto.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristyanto minta MKD memutuskan nasib Novanto segera. "Antara pihak yang mengadu dan teradu sudah sampaikan faktanya. Maka harapannya MKD dapat ambil keputusan sesuai mata hati dan tata tertib perundang-undangan," ungkap Hasto kepada Metrotvnews.com di Jalan Pilar Mas Raya, Kedoya, Jakarta Barat.

Hasto berharap DPR tak hanya mengusut dugaan pelanggaran etik Novanto. Hasto juga menantang DPR untuk mampu melihat kasus Novanto secara menyeluruh dan mendalam.

"Sebagai pimpinan DPR dan anggota DPR semua harus jaga marwah dan martabat, memang iya, wajib karena jadi sumpah dewan. Tapi kita harus lihat juga dibalik ini ada kepentingan yang bermain," ungkap Hasto.

PDIP minta semua pihak menghormati proses yang sedang berjalan di MKD. Hasto juga berharap tak ada pihak manapun yang coba intervensi kinerja MKD.

"Sehingga PDI Perjuangan sikapnya ikuti tata tertib sesuai peraturan perundang-undangan, itu juga kita berikan ke MKD jalankan tugas tanpa intervensi," ujar Hasto.

Kasus dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh Setya Novanto masih belum ada keputusan. MKD masih menunggu keterangan dari satu saksi lainnya, Riza Chalid yang juga hadir dalam pertemuan dengan Maroef Sjamsoedin dan Setya Novanto.

Sebelumnya, Menteri ESDM Sudirman Said ke MKD Senin, 16 November 2015. Setya Novanto diduga mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait divestasi saham PT Freeport.

Setnov sudah mengakui pertemuan tersebut dilakukan di Pasific Place, Jakarta Selatan, 8 Juni 2015. Tapi, Setnov membantah dirinya meminta jatah saham dan mencatut nama presiden dalam pertemuan tersebut.

Sudirman Said, Maroef Sjamsoedin, dan Novanto sudah dimintai keterangan oleh MKD. Berbeda dengan Sudirman Said dan Maroef, sidang mahkamah dewan terhadap Novanto berlangsung tertutup.


(DRI)

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

11 hours Ago

Politikus Hanura Miryam S Haryani mengaku mencabut seluruh isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) d…

BERITA LAINNYA