10 Ribu Massa Buruh Geruduk Istana Hari Ini

Arga sumantri    •    Kamis, 10 Dec 2015 07:36 WIB
demo buruh
10 Ribu Massa Buruh Geruduk Istana Hari Ini
Buruh yang tergabung dalam Federasi Persatuan Perjuangan Buruh Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (FPPB KASBI) Bandung Raya berunjuk rasa di depan Gedung Sate Bandung, Jawa Barat, Selasa (24/11). Ant/Agus Bebeng.

Metrotvnews.com, Jakarta: Hari ini 10 ribu lebih buruh se-Jabodetabek lagi-lagi bakal melakukan demo. Buruh yang tergabung dalam Koalisi Anti Utang-Gerakan Buruh Indonesia akan berunjuk rasa di depan Istana Kepresidenan untuk kembali menyuarakan tuntutan pada Presiden Joko Widodo.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengatakan aksi ini untuk menyuarkan agar pemerintah mencabut PP Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan.

"Setelah dari Istana, buruh akan bergerak ke Mahkamah Agung (MA) untuk menyerahkan berkas gugatan 'judicial review' PP Pengupahan," kata Said Iqbal seperti dilansir Antara, Rabu (9/12/2015) malam.

Said Iqbal juga menjelaskan kalau aksi demo itu merupakan aksi lanjutan buruh. Aksi buruh turun ke jalan, kata Said, juga terjadi di luar kota Jakarta.

"Dilaksanakan serentak di beberapa provinsi serta kabupaten atau kota di Indonesia. Aksi unjuk rasa juga akan terus dilakukan sampai 20 Desember 2015," tegas Said.

Sebelumnya, pada Selasa 8 Desember buruh telah berunjuk rasa di Kompleks DPR, DPD, MPR RI dengan tuntutan yang sama. Buruh menolak formula kenaikan upah minimal berdasarkan pada inflasi dan pertumbuhan ekonomi (PDB) seperti yang tertuang dalam PP karena melanggar Undang-Undang Nomor 23 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Selain itu, mereka juga menuntut kenaikan upah minimum sebesar Rp500.000, dan meminta pemerintah memberlakukan upah minimum sektoral. Pada 24-27 November 2015, ribuan buruh melakukan mogok nasional. Aksi massa buruh sebagai bentuk protes terhadap UU Ketenagakerjaan. Dengan tujuan serupa, ribuan buruh sudah melakukan mogok nasional dengan berunjuk rasa serentak di seluruh Indonesia.


(DRI)