Presiden Batalkan Kunjungan ke Bandung

Krisiandi    •    Kamis, 10 Dec 2015 08:48 WIB
presiden jokowi
Presiden Batalkan Kunjungan ke Bandung
Presiden Joko Widodo. Foto: Panca Syurkani/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo membatalkan kunjungan kerja ke Bandung, Jawa Barat, yang sedianya dijadwalkan hari ini. Di Bandung, tadinya, Kepala Negara diagendakan membuka Festival Antikorupsi 2015 di Gedung Sasana Budaya Ganesha.

Agenda lainnya, meresmikan penampilan perdana pesawat N-219 di Kawasan Pabrik II PT Dirgantara Indonesia.

Menurut keterangan tertulis yang dikirim Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Negara Bey Machmudin, pembatalan tersebut karena ada beberapa hal yang memerlukan perhatian Presiden Jokowi saat ini.

Sehingga Jokowi menugaskan seorang menteri untuk membacakan sambutan tertulis di Festival Antikorupsi 2015. Sedangkan untuk penyaksian perdana pesawat N-219, Kepala Staf TNI AU Marsekal Agus Supriatna yang ditunjuk Presiden.

Presiden, dalam keterangan tertulis itu, sangat mendukung pelaksanaan kegiatan antikorupsi. Bahkan, terkait dengan revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi yang sudah masuk program legislasi nasional, presiden ingin perubahan itu untuk memperkuat, bukan memperlemah lembaga antikorupsi tersebut.

"Saya minta agar ahli hukum, akademisi, aktivis anti korupsi diajak berbicara tentang revisi UU KPK," ucap Presiden pada suatu kesempatan.

Acara yang diselenggarakan oleh KPK ini akan dihadiri oleh para menteri anggota Kabinet Kerja dan juga penggiat anti korupsi yang berasal dari seluruh Indonesia. Di acara itu pula akan dibacakan deklarasi Gerakan Anti Korupsi.

Masih menurut keterangan tertulis itu, Presiden juga sangat mendukung perkembangan industri kedirgantaraan Indonesia. Terlebih pesawat N-219 yang akan ditampilkan adalah murni 100% rancangan karya putra-putri Indonesia dengan kelebihan teknis yang telah disesuaikan dengan kondisi Indonesia dan berbiaya produksi yang kompetitif.

Presiden pun sangat berharap agar industri kedirgantaraan di Indonesia untuk mendukung kebijakan penguatan transportasi udara untuk pembangunan di daerah terpencil, mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar.

Industri kedirgantaraan diharapkan turut menekan biaya tinggi pengiriman bahan-bahan pokok. Sehingga dapat menekan harga kebutuhan pokok dan meningkatkan kesejahteraan hidup rakyat.


(KRI)