Donald Trump Dilarang Masuk ke Inggris dan Israel

Sonya Michaella    •    Kamis, 10 Dec 2015 10:23 WIB
donald trump
Donald Trump Dilarang Masuk ke Inggris dan Israel
Donald Trump diboikot masuk ke Israel dan Inggris (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Tel Aviv: Politikus Israel dan lebih dari 370.000 warga Inggris mendesak untuk memboikot Donald Trump masuk ke negara mereka. Khususnya setelah politikus Partai Republik itu mengatakan Muslim dilarang masuk ke Amerika Serikat (AS).
 
Politikus Israel menuntut agar kunjungan Trump diboikot dan pertemuannya dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada 28 Desember nanti, dibatalkan. Selain tuntutan boikot, ada juga petisi online di Inggris yang menyerukan penolakan kunjungan Trump.
 
Senin (7/12/2015) lalu Trump menyerukan untuk melarang Muslim untuk datang ke AS termasuk calon imigran, mahasiswa dan wisatawan. Ucapan Trump dilontarkan terkait dengan penembakan di San Bernardino, California pada pekan lalu yang menewaskan 14 orang.
 
"Saya menyarankan untuk berperang melawan teroris dan ekstremis Islam, namun saya tidak menyarankan untuk pemboikotan, pengucilan atau berperang melawan Muslim secara umum," kata Menteri Energi Yuval Steinitz kepada Radio Tentara Israel, seperti dikutip Reuters, Kamis (10/12/2015).
 
Netanyahu mengeluarkan komentar yang mengatakan ia menolak pernyataan Trump. Tetapi terkait kunjungan Trump akan tetap berjalan seperti rencana. Namun, ini tidak berarti dia mendukung Trump.
 
"Perdana Menteri menolak komentar terbaru dari Donald Trump berkaitan dengan Muslim. Israel menghormati semua agama dan menjaga hak-hak warga negaranya," kata seorang dari kantor Netanyahu.
 
Di Inggris, jumlah penandatanganan petisi yang menuntut Trump dilarang mengunjungi Inggris sudah melebihi 370.000 dan terus bertambah dengan cepat. 



(FJR)