KPK Gali Keterangan dari Mulut Istri Legislator Sumut

Yogi Bayu Aji    •    Kamis, 10 Dec 2015 12:18 WIB
gatot pujo nugroho
KPK Gali Keterangan dari Mulut Istri Legislator Sumut
Gatot Pujo saat ditahan KPK------Ant/Rosa Panggabean

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi masih fokus menyidik dugaan aliran suap dari Gubernur nonaktif Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho (GPN). Duit yang diberikan buat sejumlah anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 diduga mengalir ke sejumlah pihak.

Kamis, 10 Desember 2015, Komisi memanggil Susi Machdarwati Br. Napitupulu, istri tersangka yang juga mantan Wakil Ketua DPRD Sumut 2009-2014 Chaidir Ritongga. KPK hendak membedah keterangan dari Susi.

"Dia akan menjadi saksi buat tersangka GPN," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati, Kamis.

Susi adalah anak politikus senior Golkar, Burhanuddin Napitupulu. Diduga, ibu tiga anak ini tahu banyak soal aliran suap yang diberikan Gatot kepada suaminya. Tapi, Yuyuk belum mau bicara banyak terkait hal yang digali penyidik dari mulut Susi. Dia hanya memastikan, keterangan Susi diperlukan penyidik lembaga antikorupsi.

Bukan hanya Susi yang dipanggil, penyidik juga memeriksa beberapa tersangka seperti Saleh Bangun, Kamaluddin Harahap, dan Sigit Pramono Asri. Tak hanya tiga tersangka, ada juga staf ahli Fraksi Gerindra DPRD Sumut Marasutan Ritonga.

"Marastuan akan diperiksa sebagai saksi tersangka Chaidir Ritonga," ucap Yuyuk.

Selasa 3 November 2015, KPK menetapkan enam tersangka dalam kasus suap ini. Mereka adalah Gubernur nonaktif Sumut Gatot Pujo Nugroho, Ketua DPRD Sumut 2014-2019 Ajib Shah, Ketua DPRD Sumut 2009-2014 Saleh Bangun, dan Wakil Ketua DPRD Sumut 2009-2014: Chaidir Ritonga, Kamaludin Harahap dan Sigit Pramono Asri.

Suap diduga diberikan buat persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi Sumut 2012-2014, persetujuan perubahan APBD Provinsi Sumut 2013 dan 2014, pengesahan APBD Sumut 2014 dan 2015 dan penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Provinsi Sumut tahun 2015.

Gatot yang diduga sebagai pemberi dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 64 ayat (1) jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara, kelima legislator yang diduga penerima suap disangka Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 64 ayat (1) jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Empat legislator sudah ditahan KPK pada 10 November lalu, menyusul Gatot yang terlebih dahulu meringkuk di rumah tahanan. Saleh Bangun ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan, Chaidir di Polda Metro Jaya, Ajib di Rutan Kelas I Salemba Jakarta Pusat, dan Sigit di Rutan Polres Jakarta Pusat.
 


(TII)

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

26 minutes Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pemeriksaan internal terhadap tujuh orang penyidi…

BERITA LAINNYA