Melalui Laporan Novanto, Polisi Bisa Temukan Kebenaran

Githa Farahdina    •    Kamis, 10 Dec 2015 12:22 WIB
pencatut nama presiden
Melalui Laporan Novanto, Polisi Bisa Temukan Kebenaran
Sekretaris Fraksi PAN DPR RI Yandri Susanto. Foto: Susanto/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto tak mempermasalahkan Ketua DPR Setya Novanto melaporkan Menteri ESDM Sudirman Said ke Bareskrim Polri. Laporan Novanto ke Bareskrim Polri bisa jadi pintu masuk polisi untuk memanggil para pihak yang terlibat dalam dugaan pencatutan jabatan presiden dan wakil presiden yang melibatkan Novanto.

"Silakan saja. Ini pintu masuk juga untuk polisi untuk memanggil para pihak yang terlibat dalam pertemuan itu," kata Yandri kepada Metrotvnews.com, Kamis (10/12/2015).

Anggota Komisi II ini yakin polisi akan bekerja cermat dan teliti. Artinya, melalui laporan Novanto polisi bisa saja menemukan kebenaran yang justru merugikan politikus Partai Golkar itu.

Menurut Yandri, laporan Novanto yang dimasukkan ke Bareskrim dua hari lalu bisa menjadi bumerang. "Ya betul seperti itu (bumerang)," tegas Yandri.

Pengacara Novanto, Firman Wijaya, memasukkan laporan pencemaran nama baik oleh Sudirman kepada Novanto ke Bareskrim Polri, Selasa 8 Desember malam. Firman melengkapi bukti-bukti yang dibutuhkan, Rabu 9 Desember.

Menurut Firman, Novanto kadung sakit hati dituduh mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia. Tak hanya melaporkan kasus pencatutan kepada Mahkamah Kehormatan Dewan, Sudirman juga menyerahkan bukti transkripsi dan rekaman suara antara Novanto, pengusaha minyak M Riza Chalid dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.

Dalam rekaman, Novanto seolah bisa mengatur berbagai hal, termasuk perpanjangan kontrak karya, PT Freeport Indonesia. Tak hanya nama Jokowi-JK, beberapa nama petinggi negara seperti Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan disebut 66 kali dalam rekaman berdurasi satu jam 27 menit itu.


(YDH)

Opsi: Setnov Bicaralah! (4)

Opsi: Setnov Bicaralah! (4)

14 minutes Ago

Peradilan Setya Novanto ibarat drama hukum. Persidangan sempat diwarnai aksi bisu Setnov. Duduk…

BERITA LAINNYA