Digelar usai Pilkada Serentak, BDF VIII Jadi Lebih Istimewa

Willy Haryono    •    Kamis, 10 Dec 2015 12:34 WIB
bali democracy forum
Digelar usai Pilkada Serentak, BDF VIII Jadi Lebih Istimewa
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam Bali Democracy Forum (BDF) VIII di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Kamis (10/12/2015). (Foto: MTVN/Willy Haryono)

Metrotvnews.com, Nusa Dua: Indonesia menjadi salah satu negara panutan di kancah global dalam hal demokrasi. Mata dunia semakin tertuju ke Indonesia setelah pelaksanaan pemilihan kepala daerah yang dilaksanakan serentak pada 9 Desember 2015.

Bali Democracy Forum (BDF) VIII di Nusa Dua, Bali, dilaksanakan satu hari setelah pilkada serentak. 

"BDF tahun ini dilingkupi suasana spesial karena ada pilkada serentak," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali, Kamis (10/12/2015). 

Menlu Retno bersykur pilkada serentak pada 9 Desember berjalan lancar, damai dan demokratis. Institute for Peace and Democracy (IPD), yayasan yang mengimplementasikan hasil dari BDF, telah menjalankan program election visit dalam perhelatan akbar tersebut. 

IPD memfasilitasi delegasi-delegasi asing yang tergabung dalam Civil Society Forum dan Media Forum untuk melihat langsung pilkada serentak. 

BDF VIII dihadiri 89 negara dan tiga organisasi internasional. Dari 89 negara, turut hadir pula tiga menteri dan belasan wakil menteri serta pejabat perwakilan lainnya. 

Rangkaian BDF VIII adalah debat umum yang akan dipimpin langsung Menlu Retno. Acara dilanjutkan dengan diskusi panel pertama, dengan dipimpin mantan Menlu Hassan Wirajuda. Di hari kedua, diskusi panel akan dipimpin mantan Wamenlu Dino Patti Djalal.

Rangkaian acara akan ditutup Wamenlu AM Fachir. Seperti sebelumnya, BDF VIII akan menghasilkan chair statement atau pernyataan gabungan dari negara-negara.


(WIL)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

19 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA