Boneka Barbie Digunakan sebagai Senjata Mata-Mata

   •    Kamis, 10 Dec 2015 12:49 WIB
peristiwa unik
Boneka Barbie Digunakan sebagai Senjata Mata-Mata
Boneka Barbie bisa jadi alat mata-mata (Foto: Mirror)

Metrotvnews.com, London: Mata-mata bisa menggunakan kekuatan baru yang kejam. Mereka bisa menggunakan mainan anak-anak untuk mengintip ke dalam rumah tersangka.

Mainan yang tersambung ke Internet seperti 'Hello Barbie' akan menjadi target untuk layanan keamanan berdasarkan undang-undang Penyadapan. Hal tersebut disampaikan oleh ahli kepada sebuah komite keamanan di Parlemen Inggris.

Hukum yang keras akan memberikan rasa takut kepada pelaku mata-mata yang memaksa melakukan aksinya dengan membantu pengguna meretas peralatan koneksi internet.

Pejabat Inggris pun mengatakan mereka perlu perlindungan hukum untuk meretas ke dalam ponsel dan komputer dari tersangka teror.

Tapi pejabat industri TechUJ Antony Walker  mengatakan, lebih dan lebih banyak produk dari mobil ke mainan anak-anak yang sekarang dapat terhubung ke internet, dan juga akan dilindungi oleh undang-undang yang baru.

"Definisi 'peralatan' tampaknya berlaku untuk sejumlah besar perangkat," katanya, seperti dikutip Mirror, Kamis (10/12/2015).

Minggu lalu peretas mengklaim telah menemukan 'kerentanan' dalam boneka baru 'Hello Barbie', dianggap sebagai 'boneka pintar' interaktif pertama di dunia.

Mainan terhubung ke internet untuk menjawab pertanyaan anak-anak dan memiliki mikrofon untuk merekam omongan anak pada server 'cloud' yang dapat di pantau.

"Berbagai perangkat yang telah diberitakan baru-baru ini, ada kaitannya dengan peretasan, yaitu mainan anak-anak, yang dapat berinteraksi dengan anak-anak," tutur Walker yang juga anggota Komite Ilmu Parlemen Inggris.

"Ini adalah perangkat yang dapat duduk di kamar tidur anak, tetapi dapat diakses," jelasnya.

"Secara teori, produsen produk-produk tersebut bisa menjadi subyek dari surat perintah (dari jasa keamanan) untuk memungkinkan gangguan peralatan dengan perangkat tersebut," imbuhnya.

Walker menambahkan, peretas bisa memiliki kekuatan mengerikan dan bisa meluas ke hampir semua perangkat rumah tangga, karena semakin banyak gadget, dari TV pintar ke lemari es pintar, menjadi terhubung ke internet.

Dia memohon kepada anggota parlemen untuk hati-hati mempertimbangkan di mana  persisnya hal yang harus ditarik sebelum Snooper’s Charter menjadi hukum.

"Potensi jangka panjang adalah sesuatu yang perlu dipertimbangkan ketika kita mulai berpikir tentang tidak hanya dunia saat ini, tetapi dunia dalam waktu lima atau 10 tahun," katanya.

Peringatannya berikut komentar pekan lalu oleh seorang pejabat intelijen senior yang mengaku 'berbagai peralatan' bisa ditutupi oleh hukum peretasan yang baru.

Direktur Kebijakan Intelijen Kementerian Luar Negeri Inggris Lewis Neal mengatakan, kepada anggota parlemen: "'Peralatan gangguan' adalah berbagai teknik untuk memperoleh informasi komunikasi dari berbagai potongan-potongan peralatan, dari komputer ke ponsel."

Hal ini hanya peringatan terbaru tentang ruang lingkup dari paket baru pengintai hukum, secara resmi berjudul Powers Bill Investigasi yang disusun oleh Menteri Dalam Negeri Theresa May.

Draft RUU yang sedang diteliti oleh anggota parlemen bulan ini sebelum dibawa ke House of Commons di tahun baru.

Mirror sebelumnya telah mengungkapkan kekhawatiran bahwa rencana untuk memaksa perusahaan-perusahaan internet untuk menyimpan rincian setiap kunjungan orang situs juga bisa menjadi rentan terhadap peretas. (Nabila Gita)


(FJR)