Demokrasi Tiap Negara Berbeda, Tidak Ada Copy Paste

Willy Haryono    •    Kamis, 10 Dec 2015 13:50 WIB
bali democracy forum
<i>Demokrasi Tiap Negara Berbeda, Tidak Ada Copy Paste</i>
Wapres JK (tengah) dalam Bali Democracy Forum VIII di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Kamis (10/12/2015). (Foto: MTVN.Willy Haryono)

Metrotvnews.com, Nusa Dua: Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan demokrasi bersifat universal, tapi juga unik di tiap-tiap negara. 

Demokrasi di Indonesia berbeda dari negara lain, meski nilai-nilai yang ditegakkannya sama. 

"Tidak ada copy paste dalam demokrasi," tegas JK dalam pembukaan Bali Democracy Forum (BDF) VIII di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) di Nusa Dua, Bali, Kamis (10/12/2015). 

Copy paste yang dimaksud JK adalah suatu negara tidak bisa mentah-mentah menjiplak sistem demokrasi negara lain. Indonesia misalnya, bisa menjadi contoh baik dalam berdemokrasi, tapi tidak bisa diimplementasikan 100 persen di negara lain. 

Suatu negara, kata JK, harus mencari sistem terbaik yang sesuai dengan kondisi, namun dengan tetap merujuk pada nilai-nilai utama demokrasi.

"Sendi-sendi demokrasi harus bersama-sama kita tegakkan," ungkap JK. 

BDF VIII dihadiri 89 negara dan tiga organisasi internasional. Dari 89 negara, turut hadir pula tiga menteri dan belasan wakil menteri serta pejabat perwakilan lainnya. 

Rangkaian BDF VIII adalah debat umum yang akan dipimpin langsung Menlu Retno. Acara dilanjutkan dengan diskusi panel pertama, dengan dipimpin mantan Menlu Hassan Wirajuda. Di hari kedua, diskusi panel akan dipimpin mantan Wamenlu Dino Patti Djalal.

Rangkaian acara akan ditutup Wamenlu AM Fachir. Seperti sebelumnya, BDF VIII akan menghasilkan chair statement atau pernyataan gabungan dari negara-negara.


(WIL)