Desakan Novanto Mundur Dinilai Tak Masuk Akal

Githa Farahdina    •    Kamis, 10 Dec 2015 14:30 WIB
pencatut nama presiden
Desakan Novanto Mundur Dinilai Tak Masuk Akal
Ketua DPR Setya Novanto--MI/Mohamad Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Desakan agar Setya Novanto mundur dari jabatan Ketua DPR dipertanyakan politikus Golkar Ridwan Bae. Dia mengatakan, Novanto tak pantas mundur terkait dugaan pencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Di mana di Indonesia, kejadian seperti itu langsung mundur? Di mana budaya itu pernah terjadi?" kata Ridwan ketika dihubungi, Kamis (10/12/2015).

Ridwan mengatakan, belum pernah ada dalam sejarah Indonesia, seorang pejabat mundur karena tersandung kasus yang ramai diperbincangkan publik. Dia menilai, permintaan mundur Novanto tak masuk akal. Ridwan menegaskan, publik sebaiknya menunggu pembuktian, baru menuntut ini itu.

Meski begitu, anggota Mahkamah Kehormatan Dewan ini menyerahkan semuanya pada Novanto. Sebagai anggota Mahkamah, ia mencoba melihat persoalan secata objektif. "Persoalan mundur, persoalan yang bersangkutan saja," ujar dia.

Novanto terjerat kasus 'Papa Minta Saham'. Ia dituduh mencatut nama Jokowi-JK dan menjanjikan berbagai hal dalam pertemuan dengan Direktur PT FI Maroef Sjamsoeddin. Dalam pertemuan, Novanto mengajak pengusaha minyak M. Riza Chalid.

Pembicaraan direkam oleh Maroef karena merasa obrolan sudah di luar konteks. Maroef menilai aneh jika perpanjangan kontrak karya dan masa depan PT FI dibicarakan bersama pengusaha minyak, yang notabene karib sang Ketua DPR.

Dalam rekaman, tak hanya nama Jokowi-JK yang disebut. Beberapa tokoh dan pejabat negeri ikut disebut. Salah satunya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan.


(YDH)