Di Korsel, Mendag Bidik Pasar Mamin dan Kopi

Husen Miftahudin    •    Kamis, 10 Dec 2015 14:37 WIB
ekspor impor
Di Korsel, Mendag Bidik Pasar Mamin dan Kopi
Kopi. ANT/Wahdi Septiawan.

Metrotvnews.com, Seoul: Pemerintah mengakui produk-produk makanan dan minuman (mamin) nasional memiliki peluang besar masuk dan menguasai pasar Korea Selatan (Korsel). Hal ini karena kopi asal Indonesia dikenal sebagai rumah kopi terbaik dunia.

Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong memaparkan, potensi produk makanan olahan di Korsel cukup menjanjikan. Pada 2014, impor Korsel untuk makanan olahan mencapai USD8,1 miliar dengan pertumbuhan 7,55 persen per tahun selama periode 2010-2014 dengan negara pemasok didominasi oleh Amerika Serikat dan Tiongkok yang masing-masing menguasai 20,4 persen dan 16,37 persen. 

Sedangkan Indonesia hanya mampu memasok dengan pangsa sebesar 1,8 persen. Porsi yang kecil ini akan berusaha ditingkatkan dengan memahami standar tinggi yang diterapkan pemerintahan korsel. 

"Eksportir makanan olahan Indonesia harus mengetahui dan mampu memenuhi persyaratan mulai dari bahan-bahan yang digunakan hingga proses pengolahan," tutur dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (10/12/2015). 

Mengenai kopi, dia menekankan sebagai penghasil kopi terbaik, Indonesia dapat merebut pasar kopi di Korsel. 

"Kita perlu melakukan strategi khusus untuk lebih mempromosikan dan membentuk positioning kopi Indonesia di pasar Korea Selatan," tegas Tom.

Seperti diketahui, hampir seluruh kopi di Korsel berasal dari impor yang angkanya mencapai USD527 juta pada 2014. Hal ini karena sebanyak 53 persen orang dewasa Korsel lebih memilih minuman kopi dibandingkan jenis minuman lainnya seperti jus, minuman cokelat, susu, ataupun minuman ringan. Diperkirakan setiap orang dewasa Korsel mengonsumsi 2 kilogram (kg) kopi setiap tahunnya.

"Sekitar 90 persen kopi yang diimpor Korea Selatan adalah green beans yang memiliki harga relatif lebih murah dibandingkan kopi yang dihasilkan Indonesia," jelas dia.

Pemasok terbesar kopi ke Korsel adalah Brasil, Kolombia, dan Vietnam dengan pangsa pasar masing-masing sebesar 16,2 persen, 15,6 persen, dan 10,3 persen. Sedangkan Indonesia berada di posisi ke-15 dengan pangsa pasar 1,59 persen atau sebesar USD8,3 juta.

"Namun demikian, Indonesia masih memiliki peluang memasarkan specialty coffee dan single-origin. Kebanyakan penikmat kopi di Korea Selatan belum mendapatkan informasi mengenai hal tersebut," pungkas Tom.


(SAW)