Pekerja Rumahan Ingin Diperlakukan Layaknya Buruh Pabrik

Patricia Vicka    •    Kamis, 10 Dec 2015 16:41 WIB
buruh
Pekerja Rumahan Ingin Diperlakukan Layaknya Buruh Pabrik
Jaringan Advokasi Perlindungan Pekerja Informal (JAPPI) menuntut persamaan hak, di Monumen Serangan Umum 1 Maret, DIY, Kamis (10/12/2015). (Metrotvnews.com/Patricia Vicka)

Merotvnews.com, Yogyakarta: Perempuan pekerja rumahan yang tergabung dalam Jaringan Advokasi Perlindungan Pekerja Informal (JAPPI) menuntut persamaan hak. Mereka ingin diperlakukan layaknya buruh pabrik.

Tuntutan itu mereka suarakan dalam unjuk rasa di Monumen Serangan Umum 1 Maret, Kota Yogyakarta, Kamis 9 Desember. Unjuk rasa itu juga dibarengi dengan deklarasi pembentukan JAPPI.

Humas aksi Deklarasi Buruh JAPPI Hikmah Diniah mengatakan deklarasi dilakukan sebagai upaya memperkenalkan profesi buruh rumahan, agar diakui sebagai buruh resmi. Karena selama ini status buruh rumahan masih dianggap abu-abu, dan bukan sebagai buruh resmi. 

"Bahkan mereka belum mendapatkan jaminan dan perlindungan kerja dari pemerintah. Maka, kami melakukan aksi untuk sosialisasi pada publik terutama pemerintah soal hak para buruh rumahan," kata Diniah.

Ia menjelaskan buruh rumahan adalah para buruh pabrik yang bekerja di rumah. Contohnya, buruh penjahit tas di Desa Wonolelo, Pleret, Bantul, DI Yogyakarta. Mereka bertugas menjahit tas dan diupah Rp1.500 per tas.

"Tapi mereka tidak mendapatkan tunjangan apapun dari perusahaan tempat bekerja. Padahal mereka menjahit menggunakan peralatan sendiri," jelasnya.

Pekerja informal itu juga menuntut agar mereka diberi hak yang sama untuk akses program bantuan pemerintah. Tuntutan itu dituangkan dalam sebuah surat, ditujukan ke Presiden Joko Widodo.

Aksi ini diikuti sekitar buruh dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah seperti  Ungaran, Semarang dan buruh gendong Yogyakarta.


(SAN)

Lokasi Sidang Praperadilan Novanto Dijaga Ketat

Lokasi Sidang Praperadilan Novanto Dijaga Ketat

37 minutes Ago

Tak sembarang orang bisa masuk ke lokasi sidang praperadilan Ketua  DPR Setya Novanto itu.…

BERITA LAINNYA