Indonesia Pondasi Raya Incar Kontrak Baru Rp1,8 Triliun

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 10 Dec 2015 16:47 WIB
indonesia pondasi raya
Indonesia Pondasi Raya Incar Kontrak Baru Rp1,8 Triliun
Ilustrasi (MI/USMAN ISKANDAR)

‎Metrotvnews.com, Jakarta: PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR) mencatat mendapat keuntungan cukup besar dari proyek infrastruktur yang tengah digenjot pemerintah. Dengan keadaan semacam itu, Indonesia Pondasi Raya membidik proyek kontrak baru dengan nilai Rp1,8 triliun di 2016.

"Tahun ini kontraknya mencapai Rp1,3 triliun. Kami targetkan kontrak Rp1,8 triliun di 2016.‎ Kami lihat semua peluang, karena bagi kami semua jenis pekerjaan konstruksi harus ada pondasi. Jadi proyek yang mana saja kita garap," ‎tutur Presiden Direktur IDPR Febyan, ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (12/10/2015).

Dalam hal ini, Febyan cukup optimistis target sebesar Rp1,8 triliun dapat diraihnya. Sebab, target kontrak baru di 2015 yang diperkirakan senilai Rp1,3 triliun dapat dicapai dengan baik. Hal ini juga ditambah dengan adanya tren kelebihan permintaan proyek di tiap tahunnya yang sebesar Rp200-300 miliar.

Adapun proyek yang diincar Indonesia Pondasi Raya adalah seperti pengerjaan pondasi untuk proyek bendungan, jembatan, dan power plant. Indonesia Pondasi Raya pun telah meraup sinyal positif untuk membangun pondasi LRT di Palembang.

"Kalau infrastruktur kan proyek pemerintah ke BUMN. Nah, kita jadi sub on yang dari BUMN," ungkap dia.

Lebih lanjut, ia mengatakan, Indonesia Pondasi Raya tengah mengincar proyek power plant yang biasanya memiliki nilai rata-rata di atas Rp100 miliar. Proyek power plant tersebut akan dikerjakan di berbagai tempat.

"Pondasi biasanya kita kerjakan 3-6 bulan. Ada yang lebih cepat juga, karena jangka pendek pengerjaannya," pungkas Febyan.


(ABD)

Pernyataan Pengacara Novanto Memprihatinkan

Pernyataan Pengacara Novanto Memprihatinkan

29 minutes Ago

Fredrich dianggap melewati batas dalam memberikan keterangan dan informasi tentang Novanto yang…

BERITA LAINNYA