Mandiri Sekuritas Bukukan Penjaminan Emisi Rp12,9 Triliun

   •    Kamis, 10 Dec 2015 17:56 WIB
mandiri sekuritas
Mandiri Sekuritas Bukukan Penjaminan Emisi Rp12,9 Triliun
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Mandiri Sekuritas membukukan nilai penjaminan emisi saham dan surat utang (obligasi) di sepanjang 2015 ini sebesar Rp12,9 triliun. Penjaminan emisi saham dan surat utang ini berhasil dibukukan meski situasi dan kondisi ekonomi domestik tengah mengalami perlambatan.

"Mandiri Sekuritas mampu menjaga konsistensi di dua lini bisnis utamanya. Pangsa pasar penjaminan saham yang dilakukan mencapai 12,6 persen, dan pangsa pasar penjaminan obligasi sekitar 9,2 persen," ujar Direktur Utama Mandiri Sekuritas Abiprayadi Riyanto, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Kamis (10/12/2015).

Ia mengemukakan, salah satu strategi yang dilakukan yakni memperkuat sinergi dengan Bank Mandiri guna memaksimalkan peluang-peluang yang ada baik dalam bisnis penjaminan emisi obligasi atau saham, jasa penasihat keuangan, maupun distribusi produk-produk pasar modal.

Dalam kurun waktu 11 bulan ini, lanjut dia, Mandiri Sekuritas berhasil menyelesaikan penawaran obligasi dan saham dengan total nilai emisi Rp66,3 triliun, terdiri dari 17 penerbitan obligasi senilai Rp29,4 triliun dan enam transaksi penawaran saham dengan nilai Rp36,9 triliun.

"Mandiri Sekuritas sukses menyelesaikan lebih dari 40 proyek jasa penasihat keuangan, meningkat dari 35 kesepakatan pada 2014 lalu," tuturnya.

Dari sisi bisnis pasar modal, Abiprayadi mengatakan, Mandiri Sekuritas hingga November 2015 berhasil mencatatkan nilai transaksi saham sebesar Rp111 triliun dan menjadikan perusahaan sebagai broker lokal teraktif di dalam negeri dengan pangsa pasar 4,3 persen.

"Meski terjadi koreksi di pasar modal hingga sekitar 13 persen, Mandiri Sekuritas mampu mendorong transaksi. Pada tahun ini, nilai transaksi harian rata-rata yang dibukukan Mandiri Sekuritas mencapai Rp494 miliar per hari, di mana 65 persen transaksi berasal dari investor institusi dan 35 persen dari nasabah ritel," pungkasnya. 


(ABD)