Surat Panggilan Riza Chalid Belum Dikirim

Githa Farahdina    •    Kamis, 10 Dec 2015 20:22 WIB
pencatut nama presiden
Surat Panggilan Riza Chalid Belum Dikirim
Pengusaha minyak Riza Chalid. (Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Mahkamah Kehormatan Dewan dari Fraksi Partai Demokrat Darizal Basir menyatakan surat panggilan untuk pengusaha minyak, Riza Chalid, belum dikirim. Riza menjadi salah satu orang yang suaranya terekam dalam perbincangan kasus 'Papa Minta Saham'.

"Karena kesepakatan terakhir mendahulukan pemeriksaan atau uji forensik bukti rekaman asli," kata Darizal kepada Metrotvnews.com, Kamis (10/12/2015).

MKD memang berencana meminta ponsel yang digunakan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin merekam pembicaraan antara dirinya, Ketua DPR Setya Novanto dan Riza dari Kejaksaan Agung. Sayangnya, Kejagung tak bisa menyerahkan alat bukti atas permintaan Maroef.

Seharusnya, MKD yang kembali dari Kejagung dengan tangan hampa menggelar rapat pimpinan hari ini. Namun, hingga pukul 19.00 WIB tak tampak ada kegiatan apapun di ruang sidang MKD. Anggota MKD pun tak terlihat melintas ruangan di Gedung Nusantara II Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta itu.

Wakil ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad mengatakan rapat akan dilaksanakan setelah Sekretariat MKD menjadwalkan. Aktivitas MKD disepakati baru kembali berlangsung Senin 14 Desember karena nyaris semua anggota sibuk mengurusi Pilkada Serentak 2015.

Riza Chalid sedianya dipanggil MKD Kamis 3 Desember. Pemanggilan Riza bersamaan dengan Maroef. Sayangnya, Riza sama sekali tak muncul. Alasan ketidakhadiran Riza tak jelas. Bahkan, keberadaan Riza sama sekali tak diketahui.

Menurut kabar, pria yang hadir dalam pertemuan di Hotel Ritz Carlton, kawasan SCBD, Juni lalu itu berada di Singapura. Hingga kini belum ada keterangan resmi soal itu.

Riza bersama Novanto disebut menginisiasi pertemuan itu. Dalam pertemuan, Novanto maupun Riza mencoba meyakinkan Maroef soal masa depan PT FI dengan menyebut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Dua pengusaha ini seolah bisa mengatur ini itu untuk masalah perpanjangan kontrak karya PT FI. Tak hanya nama Jokowi-JK, nama Luhut Binsar Pandjaitan yang saat itu menjabat Kepala Staf Kepresidenan pun ikut disebut. Keterangan Riza dibutuhkan untuk mengetahui siapa sebenarnya penginisiasi pertemuan.


(MEL)