Partisipasi Rendah, Komisi II Dorong Undang-Undang Pilkada Direvisi

Al Abrar    •    Kamis, 10 Dec 2015 20:50 WIB
pilkada serentak
Partisipasi Rendah, Komisi II Dorong Undang-Undang Pilkada Direvisi
Wakil Ketua Komisi II Lukman Edy. (Foto: MI/ Moh. Irfan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Meski berjalan aman dan tertib, tingkat partisipasi masyarakat untuk terlibat pada pilkada serentak 2015 terbilang rendah.

Data menunjukkan bahwa tingkat partisipasi hanya 70%, lebih rendah dari target Pemerintah yang mencapai 75%. Salah satu faktornya adalah kampanye.

Wakil Ketua Komisi II Lukman Edy mengatakan, pihaknya mendorong untuk dilakukan revisi Undang-undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada.

"Tingkat partisipasi masyarakat rendah karena masalah kampanye," kata Lukman, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/12/2015).

Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pilkada selanjutnya kata Lukman, jumlah partisipasi calon atau jumlah pasangan calon haruslah banyak. Syarat untuk menjadi pasangan calon yang berasal dari anggota DPR RI, PNS, TNI yang dalam aturan harus mundur juga harus diubah.

"Ini harus diubah sehingga tidak perlu mundur, supaya calon banyak dan masyarakat bergairah, Termasuk aturan calon tunggal, harus dimasukan ke dalam norma undang-undang," kata Lukman.

Oleh karena itu, politikus PKB ini. meminta kepada pemerintah untuk secepatnya mengajukan revisi UU Pilkada secepatnya.

"Kita minta segera ajukan, paling tidak bulan Januari, sehingga kita bisa merevisi dan tahapan persiapan pilkada 2017 bisa dilaksanakan," tukas Lukman.


(MEL)

Irman Kembali Diperiksa KPK sebagai Saksi Setnov

Irman Kembali Diperiksa KPK sebagai Saksi Setnov

10 hours Ago

KPK kembali memeriksa mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman. Irman diperiksa sebagai saksi un…

BERITA LAINNYA