Risma: Pegel aku, Rek! Butuh Istirahat

Amaluddin    •    Kamis, 10 Dec 2015 22:14 WIB
pilkada serentak
Risma: <i>Pegel</i> aku, <i>Rek</i>! Butuh Istirahat
Calon wali kota Surabaya, Tri Rismaharini. Foto: Metrotvnews.com/Amal

Metrotvnews.com, Surabaya: ‎Pasca disibukkan dengan kegiatan pencoblosan dan syukuran selama seharian penuh, calon wali kota Surabaya, Tri Rismaharini mengaku kelelahan dan ingin dipijat. Bahkan, saat dimintai keterangan, Risma lebih banyak diam dan menjawab singkat-singkat karena lelah.

"Pegel aku, Rek! Butuh istirahat. Sampai akhirnya aku langsung pijet," kata Risma mengawali perbincangan singkat, saat ditemui di sebuah rumah makan di Surabaya, Kamis (10/12/2015).

Pelantikan sebagai wali kota Surabaya sendiri dilakukan pada Maret 2016 mendatang. Namun, untuk mengisi kekososongan kerja selama tiga bulan ke depan, Risma mengaku tetap memilih ke jalan untuk menemui masyarakat guna mendengarkan keluhan mereka.

"Saya tetap turun ke jalan. Jadi, saat nanti sudah pelantikan, saya bisa langsung melakukan pekerjaan sesuai dengan keluhan masyarakat Surabaya." lanjutnya.

Namun, sejauh ini dari hasil temuan Risma, di Surabaya masih banyak rentenir di tengah-tengah masyarakat. 

Sementara itu, Risma mengakui kekalahan di TPS wilayah bekas lokalisasi Dolly. Sebagai juru bicara, Didik Prastiyono mengatakan di Surabaya ada dua TPS yang kalah. Hal itu akan menjadi evaluasi tersendiri.

Dari hasil temuan timnya, kekalahan Risma di Dolly dikarenakan banyak warga sekitar kecewa akibat tidak merasakan dampak perekonomian yang signifikan setelah penutupan lokalisasi Dolly.

"Jadi, mulai tukang parkir hingga pedagang kaki lima yang berkaitan dengan penutupan Dolly, mereka kecewa. Dan mrka mengaku tidak ada perubahan yang lebih bagus." kata Didik.

Didik menjelaskan sebenarnya Risma sudah memberikan fasilitas seperti sentra pedagang akik dan sebagainya. Hanya saja, fasilitas dan program-program tersebut belum menyentuh ke masyarakat sekitar.


(UWA)

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

6 hours Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pemeriksaan internal terhadap tujuh orang penyidi…

BERITA LAINNYA