Kejagung Gandakan Rekaman CCTV 'Pemufakatan Jahat'

Lukman Diah Sari    •    Kamis, 10 Dec 2015 22:34 WIB
pencatut nama presiden
Kejagung Gandakan Rekaman CCTV 'Pemufakatan Jahat'
Kejaksaan Agung. (Foto: MI/Moh. Irfan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Usai meminjam rekaman closed-circuit television (CCTV) dari Hotel RitzCarlton Pacific Place Jakarta, tim dari Jaksa Agung Muda Intelijen (Jam Intel) mengambil langkah menggandakan rekaman pertemuan antara Novanto, Presiden PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin, dan pengusaha migas Riza Chalid.

"Kami hanya melihat CCTV, bukan menyita," ujar Jam Intel Adi Toegarisman saat dihubungi, Kamis (10/12/2015) malam.

Adi melanjutkan, CCTV itu kini telah digandakan untuk keperluan penyelidikan agar segera naik ke penyidikan untuk segera menjerat tersangka dalam kasus pemufakatan jahat permintaan saham PT FI itu.

"CCTV dikloning untuk bahan penyelidikan," singkat Adi.

Seperti diketahui, jaksa penyelidik pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus juga menggandeng jaksa intelijen untuk berjibaku mengungkap kasus pemufakatan jahat ini.

Selain memeriksa kevalidan rekaman suara dari ponsel Maroef, Kejagung juga telah meminta keterangan sejumlah pihak yakni Maroef dan Menteri ESDM Sudirman Said. Sedangkan Riza, diketahui mangkir dari panggilan pertama jaksa penyelidik. Sementara Novanto, masih belum dimintai keterangan hingga saat ini.


(MEL)

Irman Kembali Diperiksa KPK sebagai Saksi Setnov

Irman Kembali Diperiksa KPK sebagai Saksi Setnov

2 hours Ago

KPK kembali memeriksa mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman. Irman diperiksa sebagai saksi un…

BERITA LAINNYA