Terorisme dan Narkoba, Ancaman Nyata Bangsa Indonesia

Damar Iradat    •    Jumat, 11 Dec 2015 02:14 WIB
terorisme
Terorisme dan Narkoba, Ancaman Nyata Bangsa Indonesia
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. (Foto: MI/Atet Dwi Pramadia)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, Indonesia memiliki dua ancaman, nyata dan belum nyata yang perlu mendapat perhatian lebih.

"Yang belum nyata adalah perang antar negara. Perang ini tidak terlihat, walau mungkin saja bisa terjadi," kata Ryamizard dalam Pertemuan bertajuk 'Silaturahmi Menteri Pertahanan dengan Pemimpin Redaksi Media Massa', di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Komplek Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (10/12/2015) malam.

Sementara, ancaman nyata kini tengah dihadapi Indonesia. Ancaman nyata bisa datang dari berbagai aspek, salah satunya ancaman terorisme dan radikalisme.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini menilai, aksi terorisme dan gerakan separatis di Indonesia memang terbilang kecil namun kejadian tersebut terus menerus. Jadi, ancaman tersebut harus tetap diwaspadai.

"Kemudian ada ancaman bencana alam, pelanggaran wilayah-wilayah perbatasan, serta ancaman wabah penyakit. Kadang kita lupa ancaman ini, kalau terjadi juga luar biasa," ujar dia.

Selanjutnya, Ryamizard menyebut adanya ancaman perang siber dan intelijen. Menurut dia, negara adidaya seperti Amerika Serikat saja, juga telah mempersiapkan diri menghadapi ancaman seperti itu.

"Kita sebetulnya juga sudah punya alat dan gedungnya. Tinggal orang-orangnya saja kita latih untuk profesional. Jadi bukan hanya tentara, tapi juga ahli-ahli dari Indonesia yang tinggal di luar negeri kita panggil," ungkapnya.

Ancaman berikutnya dinilai masih sulit dihadapi. Ancaman tersebut yakni ancaman peredaran narkoba. Menurut dia, peredaran narkoba di Indonesia cukup gawat, karena mengincar generasi muda.

"Ini ancaman yang sangat genting terutama untuk masa depan kita," pungkas dia.


(MEL)