Rumah Riza Chalid Kosong

Lukman Diah Sari    •    Jumat, 11 Dec 2015 02:22 WIB
pencatut nama presiden
Rumah Riza Chalid Kosong
Pengusaha minyak Riza Chalid. (Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengusaha migas Riza Chalid, masih diburu Kejaksaan Agung. Riza diduga mengetahui pemufakatan jahat terkait saham PT Freeport Indonesia (PT FI), lantaran dia turut dalam pertemuan 'Papa Minta Saham' dengan Ketua DPR Setya Novanto dan Presiden Direktur PT FI Maroef Sjamsoeddin.

Kejagung nyatanya telah memanggil Riza, pada Senin 7 Desember. Namun pengusaha migas itu, tak memenuhi undangan Kejagung untuk dimintai keterangan. Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jam Pidsus) Kejagung mengatakan, alamat rumah yang digunakan untuk mengundang Riza nyatanya tak berpenghuni.

"Itu ternyata rumahnya sudah tidak dihuni," kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jam Pidsus) Arminsyah di Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (10/12/2015).

Sementara itu, pihak Kejagung sempat mengatakan, Riza cukup sulit dimintai keterangan. Dia dikenal 'licin', terlebih saat ini diketahui Riza pun telah pergi keluar negeri.

"Dia selalu menghilang dari kerumunan," ujar Kapuspenkum Kejagung Amir Yanto, Selasa (8/12/2015).

Kasus yang belakangan tenar dengan sebutan `Papa Minta Saham` ini meledak lewat kicauan Menteri ESDM Sudirman Said. Dia menyebut politikus DPR, akhirnya diketahui Novanto, nekat menjual nama presiden dan wapres saat berbincang dengan Presdir PT Freeport Maroef Sjamsoeddin.

Menteri Sudirman mengantongi bukti rekaman perbincangan mereka. Terlibat aktif pula dalam rekaman obrolan itu Riza Chalid. Novanto dan Riza saling tik-tok untuk meyakinkan Maroef bahwa proses kontrak karya PT Freeport bisa aman di tangan mereka.

Selain menjual nama presiden dan wapres, Novanto dan Riza juga puluhan kali mencatut nama Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan. Juga belasan tokoh lainnya, seperti Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, dan Wiranto.

Maroef kemudian diam-diam merekam `jualan` Novanto dan Riza. Bukti rekamanan utuh sudah diperdengarkan di Majelis Mahkamah Dewan (MKD), sementara ponsel yang digunakan untuk merekam kini ada di tangan Kejaksaan Agung.

Kejagung terhitung sudah empat kali bolak-balik meminta keterangan Maroef untuk mengungkap dugaan pemufakatan jahat Novanto dan Riza.


(MEL)

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

1 day Ago

Miryam S. Haryani yang menyebut ada pertemuan anggota Komisi III DPR dengan pejabat KPK setingk…

BERITA LAINNYA