RI Diharap Jadi Basis Produksi Kendaraan Bermotor saat MEA

Gervin Nathaniel Purba    •    Jumat, 11 Dec 2015 10:03 WIB
mea 2015
RI Diharap Jadi Basis Produksi Kendaraan Bermotor saat MEA
Ajang MEA 2015 -- Ilustrasi FOTO: Dokumentasi Setkab

Metrotvnews.com, Jakarta: Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memaparkan industri kendaraan bermotor di Indonesia siap tidak siap harus bisa menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2016 nanti.

"Mau tidak mau, suka tidak suka harus siap. Lalu harus dilihat kekurangan kita apa dan harus disesuaikan dari sisi mana, misalnya sisi produk, SDM, dan organisasi," ujar Ketua Gaikindo Jongkie Sugiarto kepada Metrotvnews.com, saat ditemui di Ritz Carlton, Pacific Palace Jakarta, Kamis 10 Desember, malam.

Dirinya berharap adanya peran dari orang Indonesia yang mempunyai pabrik kendaraan bermotor di kawasan ASEAN untuk mengendalikan alur investasi yang masuk ke Indonesia dan negara ASEAN lainnya.

"Tetapi jangan lupa, orang Indonesia punya juga pabrikan kendaraan bermotor di Malaysia, Thailand, dan Filipina, dari situ dia akan kendalikan ini semuanya di antara negara ASEAN dia masuk investasi, dia pasti akan kendalikan itu," ungkapnya.

Dia pun mengaku sudah menghadap ke Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terkait hal-hal yang harus ditingkatkan terhadap industri kendaraan bermotor menjelang MEA nanti. Menurutnya, Indonesia jangan hanya mengandalkan produksi jenis kendaraan multipurpose vehicle (MPV) di dalam, namun kedepannya Indonesia harus bisa mengekspor keluar.

Akan tetapi, Ia tidak memaksakan Indonesia untuk harus mengekspor kendaraan jenis MPV keluar. Sebab permintaan MPV di luar Indonesia terbilang sangat kecil dibanding demand terhadap jenis sedan, Sport Utility Vehicle (SUV), dan  pick up.

"Indonesia harus jadi basis-basis produksi kendaraan MPV, SUV, dan pick up, caranya? Menarik mereka (produsen dari luar) masuk ke Indonesia untuk produksi kendaraan tersebut di Indonesia. Bagaimana supaya tertarik? Kalau volume dalam negerinya besar. Kalau volume kecil, dia suplai saja mobil secara utuh CBU, kaan begitu, jadi harus kita balik, kita bikin demandnya besar di Indonesia. Kalau demandnya besar pasti tertarik produksi di Indonesia," imbuhnya.

Sedangkan untuk masalah tarif, Ia sudah menyampaikan keluhannya terkait pajak kendaraan bermotor (PPnBM) yang dinilai terlalu tinggi. Menurutnya harus ada penurunan harga jual kendaraan bermotor agar tidak membebankan masyarakat.

"Maka dari itu kita usulkan PPnBM ke Presiden, 'Pak (Jokowi) sudah tidak benar lagi', masa mobil yang ada buntutnya kita sebut sedan kena 30 persen sedangkan mobil buntung 10 persen bedanya mana?" paparnya.


(AHL)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA