Hasil BDF VIII akan Diterjemahkan ke dalam Kerja Sama

Willy Haryono    •    Jumat, 11 Dec 2015 13:21 WIB
bali democracy forum
Hasil BDF VIII akan Diterjemahkan ke dalam Kerja Sama
Wamenlu AM Fachir menutup BDF VIII di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Jumat (11/12/2015). (Foto: MTVN/Willy Haryono)

Metrotvnews.com, Nusa Dua: Bali Democracy Forum (BDF) VIII di Nusa Dua, Bali, resmi ditutup, Jumat (11/12/2015). BDF VIII menghasilkan pernyataan gabungan atau chair statement dari negara-negara peserta. 

Salah satu poin penting dari pernyataan gabungan itu adalah dinamika dari demokrasi. Demokrasi tidak bersifat copy paste atau tidak bisa dijiplak begitu saja dari negara satu ke negara lain. Seperti yang sudah dikatakan Wakil Presiden Jusuf Kalla, demokrasi bersifat universal, tapi unik di tiap-tiap negara. 

"Hasil-hasil (dari BDF) ini akan dibawa para peserta, dan kemudian bisa diterjemahkan dalam bentuk kerja sama," kata Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir seusai menutup BDF VIII di Bali Nusa Dua Convention Center. 

Fachir mengatakan BDF tahun ini menjadi pencapaian tersendiri dari jumlah peserta. Dalam BDF pertama hanya dihadiri 36 negara, namun kini sudah mencapai 89 plus tiga organisasi internasional. 

Para delegasi merasa nyaman dalam membicarakan segala sesuatu mengenai demokrasi. Mereka berharap BDF dapat berjalan terus dari tahun ke tahun, dengan tema yang relevan pada saat itu. Ada beberapa negara yang meminta diusung tema demokrasi dan kaitannya dengan agama pada BDF mendatang.

"BDF tidak hanya berhenti dalam hasil tertulis. Saya garisbawahi kita akan bekerja sama dalam bentuk lain," ucap Fachir. 

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, panitia BDF VIII membagikan kuesioner di akhir acara. Peserta diminta memberikan saran mengenai BDF di masa mendatang, mengenai tema, persiapan dan lainnya. 


(WIL)