Bangun Pusat Pengembangan, Kemenperin Dorong Industri Penunjang Perkeretaapian

Husen Miftahudin    •    Jumat, 11 Dec 2015 14:31 WIB
kereta api
Bangun Pusat Pengembangan, Kemenperin Dorong Industri Penunjang Perkeretaapian
Dirjen ILMATE I Gusti Putu Suryawirawan (Foto: MTVN/Husen Miftahudin)

Metrotvnews.com, Bandung: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong industri penunjang perkeretaapian untuk diproduksi di dalam negeri. Dengan membangun pusat pengembangan teknologi dan industri perkeretaapian yang didalamnya melakukan desain dan rekayasa, diharapkan industri perkeretaapian nasional menjadi lebih murah dan efisien.

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan mengakui, selama puluhan tahun industri kereta api tak memiliki pusat pengembangan dan teknologi. Padahal, di perkapalan, pemerintah telah membangun National Ship Design and Engineering Center (NasDEC) yang berada di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

"Kalau kita ingin punya industri maka kita harus punya siklus yang dimulai dari desain, prototipe, manufaktur, distribusi, kepuasan konsumen, dan kembali lagi ke desain. Itu adalah konsep industri yang ingin kita bangun untuk perkeretaapian," ujar Putu, dalam seminar 'Penyusunan Strategi Pengembangan Industri Penunjang Perkeretaapian', di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jumat (11/12/2015).

Dia menjelaskan, jika tak memiliki industri di dalam negeri maka Indonesia hanya memiliki pabrik, sedangkan industrinya dimiliki oleh orang luar. Hal inilah yang tengah didorong oleh Kemenperin agar pusat desain mampu membangun industri perkeretaapian di dalam negeri.

Namun demikian, Putu meyakinkan pembangunan tersebut tak berhenti sampai di pengembangan desain perkeretaapian, tetapi akan dilanjutkan dengan berbagai kegiatan seperti mendorong terbentuknya industri-industri komponen agar mampu menunjang perkeretaapian nasional.

"Kita harus siapkan industri komponen itu. Kalau tidak, nanti pertumbuhan ini kembali lagi diisi oleh kesenangan membuat shopping list dengan belanja dari luar negeri. Sehingga kami tidak ingin ketika nanti di masa depan ada pertumbuhan penggunaan kereta dan angkutan massal lainnya, sebagian besar kita harus bergantung pada negara luar. Itu yang tidak kita inginkan," tegas Putu.


(ABD)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA