Tokoh Lintas Agama Tuntut MKD Bentuk Panel Hakim Ad Hoc

Anggitondi Martaon    •    Jumat, 11 Dec 2015 15:07 WIB
pencatut nama presiden
Tokoh Lintas Agama Tuntut MKD Bentuk Panel Hakim <i>Ad Hoc</i>
Tokoh-tokoh agama--Metrotvnews.com/Anggitondi

Metrotvnews.com, Jakarta: Pendeta Gomar Gultom bersama tokoh-tokoh agama lainya mendesak Mahkamah Anggota Dewan (MKD) membentuk majelis etik yang bersifat ad hoc. Majelis etik ad hoc tersebut dari anggota DPR dan perwakilan masyarakat yang mempunyai integritas.

"Kita mendesak membentuk panel hukum atau majelis etik ad hoc yang tidak hanya anggota DPR, tapi ada masyarakat," kata Gomar dalam pernyataan sikap tokoh-tokoh lintas agama dalam menyikapi sidang MKD atas pelanggaran etik Ketua DPR di Gedung PGI, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (11/12/2015).

‎‎Menurutnya, pembentukan panel hukum perlu dilakukan agar pemberian sanksi kepada Ketua DPR Setya Novanto terhindar dari konflik kepentingan.

MKD juga dituntut menyelenggarakan seluruh sesi persidangan secara efisien, terbuka, jujur, dan adil. ‎Selain itu, didesak MKD untuk tetap fokus dalam membuktikan pelanggaran etik yang dilakukan Novanto, tanpa harus menonjolkan pendekatan prosedur hukum formal.‎

"MKD justru harus mengacu pada nilai-nilai etik dan normal," ujar Gomar dalam pernyataan sikap yang dihadiri tokoh lintas agama yang mewakili organisasi Islam, Kristen, Hindu, dan Kongwucu‎.

Hingga saat ini MKD belum mengeluarkan keputusan terkait laporan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said. Sudirman melaporkan Setya Novanto ke MKD, 16 November. Laporan yang disampaikan terkait dugaan pencatutan nama yang dilakukan Setya terkait kontrak karya dan divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI).

Kasus pencatutan ini muncul dalam pertemuan yang diduga dilakukan Setya dengan Muhammad Reza Chalid dan petinggi PT Freeport Indonesia (PTFI), yang membicarakan perpanjangan kontrak karya PTFI. Dalam pertemuan itu, Setya meminta 49 persen saham pembangkit listrik Urumuka di Panial, Papua. "Jadi kita harus pakai akal. Kuncinya pada Pak Luhut dan saya," kata Setya dalam transkrip pembicaraan tersebut.


(YDH)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA