Tuai Kontroversi, Turki Kaji Ulang Kerja Sama dengan Donald Trump

Sonya Michaella    •    Jumat, 11 Dec 2015 17:39 WIB
donald trump
Tuai Kontroversi, Turki Kaji Ulang Kerja Sama dengan Donald Trump
Donald Trump tuai kontroversi dengan komentar anti Islam (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Istanbul: Manajer Umum Trump Tower di Istanbul, Turki mengatakan, perusahaan tersebut sedang mempertimbangkan kemitraan dengan Donald Trump. Ini terkait dengan pernyataan Trump yang melarang Muslim memasuki Amerika Serikat (AS).

Manajer Umum Bulent Kural mengatakan pihak perusahaan menyesal dan mengutuk pernyataan Trump pada Kamis (10/12/2015) malam. Menurutnya Trump gagal dalam memahami Islam atau mengeksploitasi agama untuk 'kalkulasi politik kecil'.

Trump tidak memiliki Trump Tower, kantor ataupun perumahan di Istanbul, namun ia memberikan lisensi merek di bawah kemitraan. "Kami menilai dimensi hukum hubungan kerja sama kami dengan merek Trump," ungkap Kural, seperti dikutip Associated Press, Jumat (11/12/2015).

Terkait dengan pernyataan Trump yang melarang Muslim meliputi mahasiswa, imigran, maupun wisatawan memasuki AS jelas sangat menuai kontroversi dari banyak negara.

Senin (7/12/2015) lalu Trump menyerukan untuk melarang Muslim untuk datang ke AS termasuk calon imigran, mahasiswa dan wisatawan. Ucapan Trump dilontarkan terkait dengan penembakan di San Bernardino, California pada pekan lalu yang menewaskan 14 orang.

Komentar Donald Trump menimbulkan perdebatan sengit di Amerika yang merembet ke seluruh dunia.

Di Inggris petisi online resmi yang menyerukan agar Trump dilarang masuk ke negara itu telah mendapat tandatangan 100 ribu lebih. Ini artinya bisa dipertimbangkan untuk menjadi perdebatan di parlemen.

Di Paris luka psikologis akibat serangan teror ISIS masih dirasakan. Tapi banyak warga Paris mengecam komentar Trump. Indonesia memiliki penduduk Muslim terbesar di dunia. Warga di Jakarta dengan cepat membantah klaim Trump bahwa orang Muslim merupakan ancaman.


(FJR)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA