Temui MKD, BEM UI dan Atmajaya Desak Novanto Mundur

Githa Farahdina    •    Jumat, 11 Dec 2015 18:24 WIB
pencatut nama presiden
Temui MKD, BEM UI dan Atmajaya Desak Novanto Mundur
BEM UI di MKD, Jumat (11/12/2015). Foto: MTVN/Githa Farahdina

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama BEM Universitas Atma Jaya menemui Mahkamah Kehormatan Dewan. Mereka meminta Ketua DPR Setya Novanto mundur dari jabatannya sekaligus anggota Dewan.

Di depan Ketua MKD Surahman Hidayat, Ketua BEM UI Andi Aulia Rahman menyampaikan pernyataan sikap. "Meminta Setya Novanto mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPR sekaligus anggota DPR karena melakukan penyimpangan sosial," kata Andi di ruang sidang MKD, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (11/12/2015).

BEM UI juga meminta pemerintah, melalui Menteri ESDM Sudirman Said maupun yang namanya disebut dalam rekaman "Papa Minta Saham", membawa kasus ini ke ranah hukum. Pelaporan ke jalur hukum itu menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi.

Enam mahasiswa UI dari berbagai fakultas ini juga mendesak pemerintah menolak renegosiasi kontrak karya PT Freeport Indonesia. BEM UI juga menolak revisi UU KPK yang diyakini akan melemahkan agenda pemberantasan korupsi.

Mahasiswa UI lainnya, Alfad, menyayangkan proses sidang etik di MKD yang menyajikan dagelan politik. Ia mempertanyakan mengapa sidang Novanto berjalan tertutup. "Kami kehilangan nalar sehat MKD. Padahal, publik butuh kejelasan. Kami mempertanyakan kredibilitas dan integritas bapak-bapak," tambah dia.

Sementara perwakilan BEM Universitas Atmajaya, Markus, menyatakan tindakan Novanto sama sekali tidak etis. "Untuk itu kami mendorong MKD segera memutus kasus Setnov," tegas Markus.

Menurut Markus, dalam sidang Novanto tak pernah membantah substansi pertemuan dirinya, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin dan pengusaha M Riza Chalid. Setnov hanya mempersoalkan legal standing Sudirman Said.

Ketua MKD Surahman Hidayat langsung menanggapi. Soal desakan mundur kepada Novanto, politikus PKS itu menyarankan mahasiswa menembuskan surat desakan langsung kepada Novanto.

"Mudah-mudahan beliau makin hari merenung mana yang lebih ringan dan bijak dan mengurangi tensi," kata Surahman.

Wakil Ketua Junimart Girsang yang mendampingi Surahman menjelaskan mengapa sidang berjalan tertutup. Dalam UU MD3, sidang diatur berlangsung tertutup. Namun ada keleluasaan pada tata beracara MKD yang menetapkan sidang bisa berlangsung terbuka apabila diputuskan dalam rapat internal dan tak menyangkut rahasia negara.

"Mengapa seterusnya tertutup? Faktanya begitu. Di sini 17 orang, dan berbeda argumentasi. Kalau disebut dagelan, Pak Surahman dan saya malu," kata Junimart.

Untuk pernyataan sikap di luar MKD, baik Junimart maupun Surahman, menyarankan mahasiswa menyampaikan pada komisi terkait.


(DOR, KRI)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA