Anggota MKD dari Fraksi Golkar Ngotot Kasus Setnov Harus Dihentikan

Achmad Zulfikar Fazli    •    Sabtu, 12 Dec 2015 01:15 WIB
pencatut nama presiden
Anggota MKD dari Fraksi Golkar Ngotot Kasus Setnov Harus Dihentikan
Ketua DPR RI Setya Novanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Mahkamah Kehormatan Dewan dari Frkasi Golkar Ridwan Bae tetap ngotot kasus dugaan pencatutan nama presiden dan wakil presiden yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto harus dihentikan.

Pasalnya, MKD hingga saat ini belum mendapatkan rekaman asli dari percakapan antara Setya Novanto, pengusaha minyak Riza Chalid dan Presdir PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.

"Kalau kita berpendapat ini tidak ada yang asli harus disetop," kata Ridwan di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (11/12/2015).

Menurut dia, walaupun sidang MKD hanya memutuskan pelanggan etik. Namun, rekaman asli tetap sangat dibutuhkan MKD sebagai bukti isi percakapan tersebut benar, dan sesuai dengan transkrip serta copian rekaman.

"Bagaimana kita membahas sesuatu kalau aslinya tidak ada. Kalau aslinya tidak dibawa ke kita apa yang mau kita lakukan? Itu tidak bisa diteruskan," kata dia.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menolak memberikan rekaman percakapan #PapaMintaSaham dalam kasus Freeport kepada MKD. Kejaksaan Agung berdalih penolakan ini atas permintaan dari Presdir PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.

"Pak JAM Pidsus menyerahkan surat pernyataan dari Maroef Sjamsoeddin yang tidak bersedia menyerahkan rekaman," kata Wakil Ketua MKD, Junirmart Girsang di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis 10 Desember 2015.


(ALB)

Surat Novanto Tak akan Pengaruhi Sidang MKD

Surat Novanto Tak akan Pengaruhi Sidang MKD

31 minutes Ago

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sufmi Dasco Ahmad melalui sambungan telepon mengatakan be…

BERITA LAINNYA