ICMI Serukan Hijrah Moral

Nurfajri BN    •    Sabtu, 12 Dec 2015 12:39 WIB
icmi
ICMI Serukan Hijrah Moral
(Dari kanan) Ketua Presidium Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sugiharto, Ketua Dewan Kehormatan ICMI BJ Habibie, dan Ketua Dewan Penasehat Jimly Asshiddiqie, saat pembukaan Rapat Majelis Pimpinan Paripurna ICMI 2015 di Grand Cempaka, Jakarta, Ju

Metrotvnews.com, Mataram: Krisis moral kepemimpinan yang tengah terjadi saat ini menjadi salah satu sorotan dalam Muktamar VI Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI). Organisasi para intelektual Muslim ini menyerukan hijrah moral di saat ada sejumlah petinggi negeri ini tersandung persoalan etika dan moralitas.

Presidium ICMI Priyo Budi Santoso mengatakan persoalan etika tersebut membuat bangsa ini terhina. Di sisi lain, hijrah moral juga harus dibarengi dengan pentingnya membangun kebersamaan dan menumbuhkan semangat kekeluargaan.

"Karena dengan itu bangunan bangsa semakin kuat," kata Priyo di sela-sela acara pembukaan Muktamar VI dan Milad ke-25 ICMI di Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (12/12/2015).

Forum tertinggi organisasi yang didirikan 1990 silam ini mengangkat tema "Membangun Indonesia Bermartabat". Rangkaian acara Muktamar digelar pada Jumat, 11 Desember, hingga Minggu, 13 Desember, di Mataram.

Sejumlah tokoh senior ICMI hadir dalam acara ini, antara lain Ketua MPR Zulkifli Hasan, mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie, mantan Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh, mantan Menteri BUMN Sugiharto, mantan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, Marwah Daud Ibrahim, Prof Nanat Fatah Nasir, dan Prof Fasli Jalal.

Presiden ke-3 Republik Indonesia yang juga pendiri ICMI B.J. Habibie mengatakan ICMI harus mempunyai sumbangan nyata kepada bangsa dan masyarakat dengan memberikan kebebasan tanpa mengorbankan kemerdekaan.

"Kita tahu manusia butuh dua hal, merdeka dan bebas. Ada manusia yang merdeka tapi tidak bebas, ada manusia bebas tapi tidak merdeka," ujar Habibie melalui telekonferensi dari Jerman, seperti dikutip dari situs ICMI.

Wakil Ketua Majelis Sinergi Kalam (Masika) ICMI Ismail Rumadhan mengatakan muktamar dan milad ini diharapkan tidak sekadar seremoni, namun juga menyoroti persoalan bangsa yang sedang pelik.

"ICMI adalah representasi masyarakat Islam di Indonesia. Untuk itu ICMI harus hadir dalam mengatasi segala persoalan bangsa ini," ujar Ismail yang juga Dekan Fakultas Hukum Universitas Nasional (Unas) Jakarta.

Sistem Ketua Umum

Forum Muktamirin pra-Muktamar VI menyetujui usulan ICMI kembali menggunakan sistem ketua umum dalam kepengurusan, tidak lagi dengan sistem presidium yang digunakan beberapa tahun terakhir. Tujuannya agar ICMI kembali bergerak dinamis menyikapi perkembangan zaman. Para muktamirin juga menyerukan pentingnya regenerasi di tubuh ICMI.

Sejumlah nama menguat mengisi posisi ketua umum, antara lain Hatta Rajasa, Zulkifli Hasan, Jimly Asshiddiqie, Priyo Budi Santoso, dan Muhammad Nuh.

Sebagai informasi, anggota Dewan Presidium ICMI periode 2010-2015 adalah Sugiharto, Ilham Habibie, Marwah Daud Ibrahim, Nanat Fatah Nasir, dan Priyo Budi Santoso. Mengenai regenerasi kepemimpinan, Ismail Rumadan berharap semakin banyak intelektual muda Islam yang mengisi jajaran kepengurusan ICMI periode mendatang.


(UWA)