Investasi Cold Storage, Investor Jepang Terkendala Kepemilikan Saham

Ade Hapsari Lestarini    •    Sabtu, 12 Dec 2015 16:52 WIB
investasi asing
Investasi <i>Cold Storage</i>, Investor Jepang Terkendala Kepemilikan Saham
Ilustrasi. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala BKPM Franky Sibarani ke Jepang mengidentifikasi minat investasi di bidang usaha cold storage. Investor Jepang yang berminat menanamkan modal tersebut mengharapkan dapat masuk ke Indonesia dengan kepemilikan saham 100 persen.

Menurut dia, BKPM telah mendapatkan usulan dari kementerian teknis untuk membuka bidang usaha cold storage dari peraturan saat ini yang dibatasi 67 persen menjadi lebih terbuka 100 persen untuk asing.

"Kami telah sampaikan sedang ada rencana untuk membuat aturan kepemilikan asing ini lebih terbuka, mereka merespons positif rencana tersebut," ujarnya dalam keterangan persnya, Sabtu (12/12/2015).

Menurut Franky, dengan dibukanya batasan kepemilikan asing di cold storage tersebut, ini akan mendorong minat investasi di sektor maritim yang juga menjadi prioritas BKPM tersebut.

"Cold storage merupakan rangkaian penting dari supply chain industri maritim. Perusahaan-perusahaan Jepang membutuhkan dukungan cold storage untuk mendapatkan ikan dan hasil laut yang berkualitas,"paparnya.

Berdasarkan data BKPM periode 22 Oktober 2014 hingga 4 Desember 2015 tercatat minat investasi Jepang tercatat USD11,4 miliar (setara dengan Rp153,9 triliun dengan kurs Rp13.500) dan komitmen investasi ditandai dengan perusahaan Jepang yang telah mendapatkan izin prinsip mencapai USD5,7 miliar (Rp76,9 triliun).

Franky mengungkapkan pihaknya telah menerima usulan dari Kementerian teknis yaitu Kementerian Kelautan dan Perikanan dan kalangan pelaku usaha sektor pengolahan perikanan untuk membuka bidang usaha cold storage yang masuk di subsektor perdagangan tersebut.

"Dasar dari usulan untuk membuka sektor tersebut adalah untuk menarik investasi asing langsung pada sektor industri pendukung sektor kelautan dan perikanan serta membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lokal, dan transfer teknologi," lanjutnya.

Dalam regulasi panduan investasi Perpres 39 tahun 2014, bidang usaha cold storage masuk ke subsektor perdagangan dengan pembatasan kepemilikan modal asing serta lokasi. Untuk wilayah Sumatera, Jawa, dan Bali, maksimal kepemilikan asing 33 persen. Sedangkan untuk wilayah Indonesia timur seperti Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku,dan Papua, maksimal 67 persen.

"Nilai ini merosot drastis menjadi hanya dua proyek senilai USD5,3 juta dengan diberlakukannya Perpres 39 Tahun 2014 yang membatasi kepemilikan asing sebesar 33 persen di wilayah Sumatera, Jawa dan Bali serta 67 persen untuk wilayah lainnya. Sementara, realisasi investasi PMDN dari bidang usaha tersebut hanya satu proyek senilai Rp3,1 miliar," pungkasnya.


(AHL)

Kurang Sehat, Pemeriksaan Setnov Ditangguhkan

Kurang Sehat, Pemeriksaan Setnov Ditangguhkan

47 minutes Ago

KPK menangguhkan pemeriksaan kedua tersangka kasus korupsi KTP-el, Setya Novanto dengan alasan …

BERITA LAINNYA