Pendukung Dewanti-Masrifah Desak KPU Diskualifikasi Calon Lain

Aditya Mahatva Yodha, Miski    •    Sabtu, 12 Dec 2015 16:55 WIB
pilkada serentak
Pendukung Dewanti-Masrifah Desak KPU Diskualifikasi Calon Lain
Ilustrasi/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Malang: Pendukung calon Bupati Malang, Jawa Timur, Dewanti Rumpoko-Masrifah Hadi mendesak KPU Malang mendiskualifikasi pasangan nomor satu Rendra Kresna-Sanusi. Mereka menduga pasangan itu melakukan pelanggaran selama Pilkada.

Ketua Tim Advokat Dewanti-Masrifah, Gunawan, mengklaim punya bukti pelanggaran yang dilakukan calon petahana itu. Baik dalam bentuk politik uang, pembagian bingkisan berupa sarung, intimidasi dan keterlibatan perangkat pemerintah mulai eselon dua hingga ketua rukun tetangga (RT).

Pelanggaran, jelas anggota DPRD Provinsi Jawa Timur ini, terjadi hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Malang. "Diskualifikasi calon nomor satu dan lakukan pilkada ulang," kata dia, kepada Metrotvnews.com, di depan Kantor KPU Kabupaten Malang, Sabtu (12/12/2015).

Ia mengancam akan mendatangkan massa lebih banyak bila KPU tidak mengambil tindakan. Sebab, menurutnya, pelanggaran yang terjadi sistematis dan melibatkan aparat pemerintah.

Gunawan juga berencana melaporkan persoalan ini ke Mahkamah Konstitusi (MK) beserta barang bukti yang sudah dikantongi.

Ketua KPU Santoko mengaku akan patuh terhadap ketetapan hukum. "Kami diminta buat pernyataan dan kami turuti. Silakan laporkan sesuai prosedur yang mengatur, hasil akhirnya kami siap laksanakan," jelasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua tim sukses Rendra-Sanusi, Ahmad Andi, melihat pendukung Dewanti-Masrifah berupaya mengintervensi penyelenggara pilkada. "Itu sudah salah kaprah dan kurang tepat," kata dia.

Ia juga menegaskan timnya tidak pernah menyebar bingkisan berupa sarung, baju koko, hingga kerudung serta politik uang. Apalagi, dituduh mengintimidasi masyarakat Kabupaten Malang.

"Kami tak pernah melakukan itu. Sejak awal kami berkomitmen bersih. Bisa jadi itu ulah oknum yang sengaja ingin menggagalkan kemenangan kami," kata anggota DPRD Kabupaten Malang ini.

Menurutnya, tuntutan pendukung nomor dua ditujukan ke KPU dan Panwaslih. Pihaknya tidak punya urusan atas aksi yang dilakukan di depan Kantor KPU dan Panwaslih. "Kami menjalankan proses pilkada sesuai prosedur dan aturan yang ada. Kami juga mengantongi temuan pelanggaran calon lain, namun kami masih rampungkan semua bukti," kata dia.

Sebelumnya,  ratusan pendukung  calon bupati nomor dua Dewanti-Masrifah mendesak KPU mendiskualifikasi calon petahana, karena terbukti melakukan pelanggaran selama Pilkada.

Ratusan pendukung yang mengatasnamakan relawan Malang Anyar menggelar aksi di depan Kantor KPU, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Penyelenggara pilkada dinilai gagal menciptakan pesta demokrasi bersih.

Dewanti Rumpoko-Masrifah Hadi maju dalam Pilkada Malang berangkat dari PDIP. Sedangkan, pasangan Rendra Kresna-Sanusi didukung Partai Golkar, PKB, Gerindra, Demokrat, Nasdem, PAN, dan Hanura. Sementara, calon nomor urut tiga Nurcholis-M. Mufidz berangkat dari jalur perseorangan.

Dari hasil hitung cepat, pasangan Rendra-Sanusi unggul tipis dari pasangan Dewanti-Masrifah. Sedangkan pasangan Nurcholis-M. Mufidz suaranya amat rendah, tak lebih dari empat persen.

Nurcholis memilih menunggu hasil akhir penghitungan suara dari KPU. "Ngapain ikut-ikutan demo dan menggugat. Itu kan hanya menghambat KPU. Biarkan KPU bekerja, jangan diganggu," tutur Nurcholis.


(UWA)