Gelapkan Satu Kontainer Kopi, Kakak Adik Diciduk

Deny Irwanto    •    Minggu, 13 Dec 2015 18:06 WIB
pencurian
Gelapkan Satu Kontainer Kopi, Kakak Adik Diciduk
Kakak Adik diciduk karena gelapkan satu kontainer kopi,--Foto: MTVN/Deny Irwanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Subdit Jatanras Ditkrimum Polda Metro Jaya menggagalkan upaya penggelapan satu kontainer kopi yang dilakukan oleh driver ekspedisi.

Kanit I Jatanras Ditkrimum Polda Metro Jaya Kompol Gunardi mengatakan, dalam penggagalan tersebut, ada delapan tersangka yang berhasil diamankan. Mereka ditangkap pada 29 November 2015.

"Pelaku yang diamankan kebanyakan berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, mereka ada tiga kelompok. Kita berhasil amankan delapan tersangka, M, ABD, SW, SL, WW, SP, BR, dan DD kita amankan di sekitar Jalan Raya Kamal Muara 3, Jakarta Utara. Sopir dan keneknya adik-kakak," kata Gunardi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Minggu (13/12/2015).

Gunardi kembali mengatakan, dari satu kontainer tersebut, berisi 2.978 dus kopi. Dari ribuan dus yang disita polisi tersebut setara dengan Rp250 juta.

Gunardi menjelaskan, penangkapan bermula dari informasi yang diterima terkait adanya transaksi yang akan dilakukan di dekat SPBU, Jalan Kamal Muara 3.

"Kita dapat info di dekat SPBU mau ada transaksi, kemudian anggota bergerak dan tunggu pelaku. Jadi kita lihat satu teronton berisi 2.978 dus sedang diturunkan dipindah ke mobil box, kemudian kita sergap," lanjut Gunardi.

Dalam penangkapan tersebut, Gunardi menjelaskan, pelaku sempat berupaya kabur. Anggota kepolisian juga sempat terlibat kejar-kejaran dengan pelaku yang lari menggunakan mobil Avanza.

"Pelaku sempat lari pakai Avanza, kita kejar sampai pintu keluar tol Bekasi barat, akhirnya kami beri peringatan dan salah satu pelaku tertembak kakinya," beber Gunardi.

Dalam kasus ini, pihak kepolisian berhasil menyita satu mobil teronton, satu mobil box, satu Avanza, dan 2.978 dus kopi. Pelaku diancam Pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan dengan maksimal hukuman penjara 5 tahun.

Dalam kesempatan yang sama, Panit I Jatanras Polda Metro Jaya AKP Hendro mengatakan, sopir dan kenek mobil konteiner yaitu M alias OFI dan ABD memang berniat melakukan pembelokan barang. Mereka melamar kerja menjadi driver sudah mempunyai niat melakukan hal tersebut.

"Seharusnya ekspedisi memeriksa lebih detail orang-orang yang melamar sebagai driver, didapati SIM mereka sudah mati, banyak modusnya saat ini. Sebelum melakukan pembelokan pada kopi, mereka juga sempat melakukan pembelokan pada pempers, beras, intinya barang yang jumlahnya besar bisa di jual, laku di masyarakat," tandas Hendro.


(MBM)