Pembangunan Tol Cimanggis-Cibitung Terkendala Pembebasan Lahan

Jaenal Mutakin    •    Senin, 14 Dec 2015 10:53 WIB
jalan tol
Pembangunan Tol Cimanggis-Cibitung Terkendala Pembebasan Lahan
Ilustrasi pembangunan tol. (Foto: ANTARA/Rekotomo)

Metrotvnews.com, Bandung: Pembangunan jalan Tol Cimanggis-Cibitung yang diprediksi bakal mulai beroperasi pada awal 2017 mengalami berbagai kendala. Salah satunya proses pembebasan lahan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Iwa Karniwa mengatakan proyek Jalan Tol Cimanggis-Cibitung merupakan bagian dari proyek Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PU Pera). Karena itu, pihaknya sebagai kepanjangan tangan pemerintah pusat punya tugas untuk membantu mengatasi masalah yang menghambat proyek tersebut.

"Proses Tol Cimanggis-Cibitung ini masih punya banyak masalah terutama di pembebasan lahan," ujar Iwa, di perpustakaan Kota Bandung, Minggu (13/12/2015).

Iwa mengatakan lambannya proses pembebasan lahan proyek pembangunan jalan tol ini lantaran pengembang perumahan Raffles Hills enggan membebaskan lahannya. Perumahan tersebut berada di 2 lokasi pembangunan, yakni Kota Depok dan Kota Bekasi.

Menurutnya, pihak Panitia Pembuat Komitmen Pengadaan (PPK) sudah berupaya melakukan langkah persuasi namun PT Gunung Subur sebagai pengembang Raffles Hills belum merespon secara positif.

"Ada 500 meter di perumahan tersebut yang berada di Depok dan 400 meter di Bekasi. Kami minta mereka (perumahan Raffles) bersikap akomodatif karena pembangunan mesti tuntas di akhir 2016," ucapnya.

Lebih lanjut, jalan tol Cimanggis-Cibitung seksi 1A mulai dibangun dari Sta 23+900 sampai dengan Sta 27+070 dibangun dengan panjang 3,5 kilometer dari total panjang 26 kilometer. Selain Kota Depok (700 meter) dan Kota Bekasi (3,8 kilometer), tol ini juga akan melintasi Kabupaten Bogor (7 kilometer) dan Kabupaten Bekasi (14,6 kilometer).

Dari dua lokasi tersebut, lahan yang harus dibebaskan PT Cimanggis-Cibitung Toll Way untuk pembangunan jalan tol seluas 3.500 meter dari luas total proyek 28 hektare. Sementara, baru 200 meter lahan yang sudah siap untuk pembangunan.

"Pemprov berkomitmen membantu mengatasi masalah pembebasan lahan proyek tersebut melalui langkah taktis dan sinergis dengan Pemkot Depok dan Bekasi," ucapnya.

Meski sempat diterpa isu perubahan lokasi, Iwa menegaskan hal tersebut tidak benar. Pasalnya, lokasi tol yang direncanakan saat ini dinilai sudah sangat efektif dan efisien. Pemprov sendiri menargetkan proses pembebasan dapat selesai pada akhir 2015, maksimal awal 2016.

"Untuk pembebasan lahan ini, pemerintah hanya bisa memberikan harga yang wajar melalui apraisal (penaksiran) yang dilakukan oleh negara," bebernya.


(MEL)